Terdakwa Penabrak Dikepung Keluarga

 199 total views,  2 views today

 Mariana saat menjalani sidang di PN Palembang, Kamis (27/3/2014),

Mariana saat menjalani sidang di PN Palembang, Kamis (27/3/2014),

PALEMBANG – Divonis penjara dua tahun dan denda Rp 5 juta subsider penjara lima bulan, oleh majelis hakim yang diketuai Diris Sinambela di Pengadilan Tinggi Palembang (PN) Palembang, Kamis (27/3), membuat Mariana Albert (35) sedikit merasa tenang dari amukan keluarga mendiang Yufrizal.

Namun, ketenangan itu berbuah malapateka karena mengakibatkan longgarnya penjagaan terhadap Mariana.

Hal ini membuat keluarga Yufrizal yang menunggu di luar ruang sidang berhasil menyentuh tubuh wanita yang menabrak Yufrizal hingga Yufrizal tewas itu. Mariana yang ketakutan hanya bisa tertunduk sembari melindungi kepala dengan kedua tangannya.

Namun, pukulan dari beberapa keluarga Yufrizal berhasil mendarat di tubuh Mariana. Tak hanya Mariana, Fahmi dan Romaita selaku penasehat hukum Mariana ikut menjadi korban pemukulan.

Keduanya yang tengah berjalan berdampingan dengan Marianan secara tidak sengaja terkena pukulan keluarga Yufrizal yang sudah sangat emosi. Beruntung, aksi pemukulan tidak telak sehingga Mariana dan kedua pengacaranya tak mengalami luka berarti.

Aparat kepolisian dan kejaksaan yang sempat lengah langsung mengamankan kejadian ini. Mereka lalu mengelilingi tubuh Mariana untuk melindung dari serbuan keluarga Yufrizal. Sebagian polisi menarik tangan Mariana untuk membawa Mariana ke ruangan pengacara Posbakum PN Palembang.

Tak bisa menemui Mariana secara langsug, keluarga korban yang dikomandoi anak Yufrizal masih menunggu di luar ruangan PN Palembang. Mereka melontarkan kata-kata hujatan yang diarahkan kepada Mariana dan juga kepada polisi.

Sebagian polisi sempat terpancing emosinya dengan membentak kerabat Yufrizal yang melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada polisi. Namun, emosi anggota polisi berhasil diredam oleh komandan mereka.

Sesaat sebelum meninggalkan halaman PN Palembang, kerabat Yufrizal membentangkan poster bertuliskan ‘hukum tidak adil’. Mereka kecewa dengan tidak diberlakukan penahanan kepada Mariana sejak Mariana dilaporkan ke polisi usai menabrak Yufrizal.

“Alasan dia tidak ditahan sangat sepele sekali. Hanya karena ia punya anak berusia dua tahun, polisi tidak menahan dirinya. Jadi, untuk kalian yang punya anak dua tahun, silahkan menabrak orang karena tidak akan dipenjara,” kata Andreas, anak Yufrizal.

Fakta persidangan, Diris memvonis Mariana bersalah melanggar pasal 310 ayat 4 UU No 22 tahun 2009 dan kedua pasal 310 ayat 2 UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Karena Mariana sudah beritikat baik untuk berdamai dengan korban dan membiayai seluruh perawatan selama Yufrizal menjalani perawatan, Diris memvonis Mariana jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, Rosmaya dan Purnama Sofyan.

Pada sidang tuntutan, kedua jaksa menuntut Mariana dipenjara selama 3,5 tahun penjara dan denda Rp 12 juta, subsider enam bulan karena terbukti  melanggar pasal 310 ayat 4 UU No 22 tahun 2009 dan kedua pasal 310 ayat 2 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas.

Mariana, yang tengah mengendarai mobil Mitsubishi Outlander, bertabrakan dengan motor yang dikendarai Yufrizal saat keduanya melintas di Jalan RA Rozak 9 November 2013 pukul 14.00 WIB.

Akibat kejadian itu, Yufrizal bersama isterinya yang dibonceng menderita luka-luka. Yufrizal lalu dirawat di rumah sakit dan meninggal setelah beberapa hari menjalani perawatan. Sementara isteri Yufrizal selamat dari peristiwa itu.

 

Teks   : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster