Uang Palsu Rp 80,7 Juta Nyaris Beredar

 673 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Nyaris saja, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), beredar uang palsu (upal), dalam jumlah yang tidak sedikit. Tidak tanggung-tanggung, ada Rp 80,7 juta, uang palsu yang nyaris di edarkan di Kecamatan Lempuing.

Beruntung, anggota Polsek Lempuing bisa mencegahnya. Mereka bisa meringkus salah seorang sindikat, pengedar upal dari daerah Surabaya tersebut. Tersangka yang diketahui bernama  M Toni Bin Hasan (54), warga Desa Sumur Arum, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) ini diringkus petugas saat baru saja turun dari bus antar kota antar provinsi (AKAP) di depan Masjid Agung Taqwa, Kecamatan Lempuing, Kamis (27/3), sekitar

Mobil Bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di depan masjid Agung Taqwa Kecamatan Lempuing , Kamis (27/3) pukul pukul 24.00 WIB.Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribuan sebanyak 807 lembar atau dengan nominal Rp 80,7 juta.

Uang palsu ini disimpan oleh tersangka di dalam tas berwarna hitam, petugas juga mengamankan satu unit hanphone (HP) Nokia seri 2700 berwarna hitam, dan uang tunai sebesar Rp 895 ribu. Saat ini, tersangka berikut BB sudah diamankan di Mapolsek Lempuing untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Lempuing, Iptu Apromico yang dikonfirmasi mengatakan, sebelum terjadinya penangkapan ini, pihaknya sudah menerima informasi adanya sindikat peredaran upal yang masuk ke wilayah Lempuing.

Informasi itu, ditindaklanjuti. Anggota Polsek Lempuing dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reskrim, Ipda M Ginting, melakukan patroli. “Saat itulah, anggota kita mencurigai tersangka yang berdiri di depan Masjid Taqwa. Anggota langsung mendekati dan mengintrograsi serta menggeledahnya,” terang Apromico.

“Petugas kita kemudian mendapati ratusan lembar uang yang diduga palsu, selanjutnya pelaku dan BB kita amankan, setelah kita periksa ternyata tersangka ini merupakan resedivis yang pernah dihukum atas kasus yang sama,” terangnya.

Menurut Apromico, berdasarkan keterangan dari tersangka, BB tersebut didapatnya dari salah seorang di Surabaya, yang memang sudah menjadi sindikatnya dalam mengedarkan uang palsu baik di Jawa maupun di Sumatera.

“Tersangka ini kurir yang diberikan tugas untuk mengedarkan uang palsu,  kawanannya sudah ada yang tertangkap termasuk juga pengedar upal yang tertangkap di OKU Timur, merupakan rekan tersangka,” sebut Apromico.

Sementara itu Kapolres OKI, AKBP Erwin Racmat didampingi Kasubag Humas, AKP Halim ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan anggota sindikat pengedar uang palsu di Polsek Lempuing dengan BB lebih dari Rp 80 juta.

Menurut Erwin, berdasarkan ciri-ciri fisik dari BB yang disita petugas dapat disimpulkan bahwa uang tersebut adalah palsu, dimana  uang tersebut diduga dicetak dengan menggunakan printer dan dengan kertas biasa.

“Kita berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, untuk memastikan uang tersebut asli bisa dilakukan secara sederhana melalui metode dilihat, diraba dan diterawang,” tukasnya.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR       : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster