Keluarga Tak Puas Kematian Korban, Mayat Novia Diotopsi

 136 total views,  3 views today

Mayat korban saat digali dari makamnya guna dilakukan otopsi.

Mayat korban saat digali dari makamnya guna dilakukan otopsi.

KAYUAGUNG – Kasus kematian seorang pembantu rumah tangga (PRT) bernama Novia (15), warga Ulak Kemang Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI, hingga kini masih menjadi misteri. Pihak keluarga korban yang merasa tidak puas dengan penyebab kematian korban, hingga  akhirnya meminta pihak kepolisian untuk melakukan otopsi, Kamis (27/3).

Pantauan wartawan di lapangan, proses otopsi yang dilakukan di pemakaman keluarga di Desa Ulak Kemang Kecamatan Pampangan OKI kemari pagi dikawal ketat puluhan personil Satreskrim Polres OKI dan Polsek Pampangan. Warga setempat juga terlihat memadati lokasi pemakaman guna melihat secara langsung proses otopsi yang dilakukan Tim Forensik yang diketuai Kompol Dr Mansuri SpKF yang didatangkan dari RS Bhayangkara Palembang.

Kapolres OKI melalui AKP H Surachman SH mengatakan, proses otopsi dilakukan karena pihak keluarga merasa tidak puas dengan kematian korban.

“Awalnya korban dinyatakan meninggal dunia lantaran penyakit maag kronis. Namun anehnya, sebelum meninggal korban ini kejang-kejang dan dari mulutnya mengeluarkan busa,” katanya.

Menurutnya, awal kejadian bermula ketika korban Novia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman Helen, warga Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan OKI.

“Awal kematian korban diketahui setelah sekitar 4 hari bekerja bersama majikannya Helen, yakni 7 Februari 2014 lalu. Korban kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa, oleh terlapor dibawa ke Puskesmas Tulung Selapan, namun karena pihak puskesmas tidak sanggup, korban rencananya akan dirujuk ke Palembang, tetapi dalam persiapan ke Palembang ini korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya,” jelasnya.

Kabar kematian korbanpun sempat menghebohkan warga dan kerabat korban yang mengetahui setelah jenazah korban diantarkan sang majikan ke rumah duka di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan.

“Saat jenazah korban dijemput oleh Kades Ulak Kemang, ibu korban bernama Nisa tidak berada di rumah, hanya ada nenek korban saja, korban kemudian langsung dimakamkan,” terangnya.

Tak beberapa lama, sang ibupun akhirnya pulang dan merasa sangat terpukul dengan kejadian yang dialami putrinya. “Oleh karena tidak puas, sang ibupun akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres OKI. “Hasil pemeriksaan kami terhadap majikan korban, dirinya mengakui jika tidak melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Untuk itulah kami akhirnya melakukan otopsi, semoga nantinya ditemui kejelasan penyebab kematian korban,” ungkap Surachman.

Mengenai proses otopsi sendiri, kata dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi banyak karena tim forensik didampingi pihak Fakultas Kedokteran Unsri masih bekerja. “Nanti mungkin ada beberapa sampel dari organ korban yang akan diuji di laboratorium. Untuk hasilnya mungkin sepekan kedepan sudah bisa kita ketahui. Dalam hal ini kami tidak gegabah untuk menetapkan majikan korban sebagai tersangka,” tandasnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster