Karyawan BRI Divonis 6 Tahun

 837 total views,  2 views today

Terdakwa kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bank BRI, Musandrian, nampak tertunduk usai majleis hakim memmonis 6 tahun penjara dalam sidang di PN Tipikor, Palembang, Kamis (27/3/2014).

Terdakwa kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bank BRI, Musandrian, nampak tertunduk usai majleis hakim memmonis 6 tahun penjara dalam sidang di PN Tipikor, Palembang, Kamis (27/3/2014).

– Gelapkan Uang Rp 1,1 Miliar

PALEMBANG – Musandrian, karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menjadi terdakwa dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim tipikor yang diketuai Suharni di PN Tipikor, Palembang, Kamis (27/3).

Selain itu, Musandrian juga divonis harus bayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider penjara enam bulan.

“Dari bukti dan saksi di persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 2 UU RI No 31 tahun 1999 tentang tipikor. Selain itu, terdakwa divonis bayar uang pengganti senilai Rp 640 juta, subsider penjara  satu tahun,” kata Suharni.

Vonis yang diterima Musandrian sedikit lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, Abdul Aziz. Pada sidang tuntutan, Aziz menuntut Musandrian dipenjara 6  tahun dan denda Rp 250 juta, subsider penjara empat bulan. Selain itu, Aziz menuntut Musandrian membayar uang pengganti Rp 660 juta, subsider penjara satu tahun.

Terkait vonis majelis hakim, Musandrian belum menentukan sikap. Setelah berembuk dengan penasehat hukumnya, Musandrian menyatakan pikiri-pikir terkait vonis majelis hakim. Langkah yang sama juga diambil tim kejaksaan. Dengan demikian, vonis majelis hakim belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Selama menjalani sidang keputusan, Musandrian terus menundukkan kepala. Pria berkacamata ini sesekali menyandarkan tubuhnya di kursi sidang. Sementara di kursi pengunjung, hanya tampak beberapa mantan rekan kerjanya yang duduk menyaksikan sidang.

Terungkap di persidangan, Musandrian menyelewengkan uang ATM BRI selama periode April 2012 hingga Desember 2012. Uang yang semula akan dimasukkan ke dalam boks ATM malah dilarikan Musandrian ke rekening pribadinya. Ia melakukan itu secara bertahap dengan total dana yang dislewengkan mencapai Rp 1,1 miliar.

Selain dipenjara, sebagian harta benda Musandrian juga disita. Mulai dari motor, televisi, hingga rumah milik Musandrian disita. Pengadilan memutuskan, harta benda itu dibeli dari uang yang diselewengkan Musandrian.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster