Tonase Angkutan Batubara Sering Dilanggar

 247 total views,  2 views today

MUARAENIM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muaraenim mengakui jumlah tonase angkutan batubara, yang melintas di wilayah Muaraenim masih sering melanggar atau melebihi batas maksimum tonase.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dishub Muaraenim, Fathurrahman melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pengawasan dan Pemeriksaan, Muzakar yang dibincangi disela-sela operasi gabungan di terminal regional Muarenim, Rabu (26/3).

Menurutnya berdasarkan instruksi dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), batas maksimum muatan tonase kendaraan pengangkut batubara adalah 8.750 kilogram (Kg) atau 8,75 ton.

Kenyataanya jelas Muzakar, banyak angkutan batubara yang melebihi batas tonase di izinkan. Hal itu menurutnya, diketahui saat pemeriksaan surat menyurat kendaraan termasuk dokumen Delivery Order (DO) yang dipegang para sopir tersebut.

“Itu kita ketahui saat kita menggelar razia dan memeriksa kelengkapan surat menyurat kendaraan, setelah kita cek pada DO mereka ternyata sering kita temukan ada pelanggaran tonase,” ujarnya.

Terkait pelanggaran tersebut menurutnya, Dishub tetap memberlakukan penilangan kepada kendaraan tersebut. Salah satunya dengan menahan dokumen aktif, dari kendaraan tersebut termasuk pengendaranya, untuk dihadapkan kepada sidang di pengadilan.

“Jelas kita tahan, apakah itu STNK, SIM atau buku Kir, kalau tidak ada semua atau tidak semua surat dan dokumen telah mati atau habis masa berlakunya,terpaksa kendaraanya kita kandangkan,” jelasnya.

Terkait razia yang mereka gelar kemarin, hal tersebut berdasarkan perintah langsung dari Bupati Muaraenim. Dimana menurutnya, razia tersebut merupakan razia gabungan antara Dishub, Satlantas Polres Muarenim yang di back up Dandim 0504 Muarenim.

Bahkan sebut Muzakar, razia bukan hanya untuk kendaraan pengangkut batubara saja namun juga kendaraan pengangkut barang lainya, termasuk angkutan umum. “Operasi ini, kita gelar selama dua hari. Hari ini, kita di terminal regional,” bebernya.

Hingga tengah hari kemarin sambungnya, Dishub sudah melakukan penilangan terhadap surat menyurat dan dokumen kendaraan serta pengendara sebanyak 25 lembar. Dimana menurutnya, pelanggaran yang dilakukan kendaraan tersebut bervariasi, dari tidak melengkapi surat menyurat kendaraan serta dokumen berlalulintas lainya seperti SIM dan STNK. “Sementara ini, yang kita tilang masih sebatas dokumen. Belum ada kendaraan yang kita kandangkan,” tukasnya.

 

TEKS         : SISWANTO

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster