Ribuan UMKM Belum Daftar ke HAKI

 227 total views,  6 views today

Ilustrasi UMKM | Ist

Ilustrasi UMKM | Ist

PALEMBANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel mencatat, dari jumlah keseluruhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumsel sebanyak 4.334 unit, hanya 21 persen diantaranya yang telah mengantongi sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektua (HAKI).

Minimnya UMKM yang mengantongi sertifikat HAKI inilah menurut Kepala Disperindag Sumsel, Permana, yang menyebabkan produk-produk UMKM kesulitan untuk menembus pasar retail modern.

“Hingga tahun ini, baru 23 UMKM di Sumsel yang berhasil menembus pasar retail modern. Kita targetkan bisa menambah 50 UMKM lagi, kedepannya,” kata Permana yang dibincangi, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pendaftaran produk agar mendapat HAKI tersebut untuk melindungi pencipta dari berbagai kemungkinan kecurangan atau pengakuan pihak lain. Dengan memiliki hak cipta dan paten, maka pihaknya optimistis produk asli Sumsel khususnya Palembang akan dihargai dan tidak bisa dikuasai pihak lain. “Hak cipta dan paten itu menjadi salah satu modal yang sangat dibutuhkan pelaku usaha, untuk mengembangkan produksi mereka,” jelasnya.

Diakui Permana, persyaratan untuk bisa mendapatkan HAKI tersebut tidak berat. Pemprov Sumsel jelasnya, siap menjembatani percepatan sertifikasi tersebut. Selain itu sambungnya, kesulitan UMKM menembus pasar retail modern dikarenakan produksi yang masih rendah. “Pemprov tidak akan tinggal diam, kita siap jemput bola. Kita akan bimbing para pelaku usaha, yang sebagian besar didominasi usaha tenun dan makanan,” ujarnya.

Menurutnya, semakin banyaknya UMKM yang memiliki sertifikasi HAKI, membuat UMKM dengan industri besar bisa bersinergi. Dia mencontohkan produk usaha kecil dan menengah, harus dibutuhkan perusahan besar sehingga keduanya ada ikatan dalam melakukan pemasaran produk. “Bila itu sudah terjalin, maka usaha kecil dan menengah akan menjadi pemicu bagi pengusaha besar,” sebutnya.

Permana menjamin, demi mendorong sinergi itu pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan pengusaha besar yang ada di daerah ini, guna mengetahui produk kecil yang dibutuhkan. “Produk yang dibutuhkan tersebut nantinya, akan dikerjakan UMKM. Sehingga keduanya, akan ada saling keterkaitan,” kata Permana.

Sementara, Direktur Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan,  Hamid Suhanto mengakui jika peran serta Pemprov Sumsel khususnya Disperindag sangat dibutuhkan, untuk merangkul UMKM agar bisa muncul kepermukaan dan bisa bersaing dengan industri besar. “Pemerintah pusat, terus memantau perkembangan UMKM di Sumsel. Kita yakini, jika iklim di Sumsel cukup baik jika pihak manapun ingin berinvestasi,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster