Oknum Guru Sertifikasi Jarang Masuk, Tunjangan Sertifikasi Tetap Diterima

 140 total views,  4 views today

sertivikasi

KAYUAGUNG – Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru dengan memberikan tunjangan sertifikasi sebesar satu kali gaji pokok dinilai tepat, namun disamping itu  para guru sertifikasi tersebut pastinya harus memenuhi kewajiban yang telah diberlakukan,yakni harus mengajar 24 jam perminggu di sekolahnya. Sayang kondisi di lapangan, kewajiban ini masih ada tidak dipenuhi oleh guru yang bersertifikasi.

Salah satunya dilakukan oleh oknum guru berinisal BR, yang mengajar di SDN 2 Sukaraja, Kecamatan Pedamaran. Menurut informasi yang diketahui dari sejumlah sumber, oknum guru bersangkutan dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali mengajar di sekolah. Sementara tunjangan sertifikasi tetap menerima. Sungguh mencederai dunia pendidikan yang memiliki cita-cita mulia untuk mencerdaskan generasi bangsa atas ulah oknum guru tersebut.

Kepala SDN 2 Sukaraja, Ruslaini, kendati mengetahui hal tersebut nampaknya tak berani mengambil tindakan tegas, lantaran ada dugaan yang bersangkutan takut sehingga tidak berani melaporkannya.

”Dia pernah mengakui kalau guru tersebut jarang masuk,namun sayangnya dia bilang, tidak enak untuk melaporkannya, di sekolah tersebut banyak keluarganya mengajar,” ujar sumber tersebut menirukan perkataan kepala sekolah.

Dikonfirmasi langsung melalui ponselnya, kemarin (26/3) Rulaini, terkait dugaan anak buahnya yang jarang masuk, seolah menutupi dia menjawab bahwa BR masuk terus dan tidak pernah bolos.”Gak ah,dia masuk terus setiap hari,” kata Ruslaini mencoba menutupi.

Pernyataan Ruslaini, dimentakan Kepala UPTD Pedamaran, Hj Rosita, menurut Rosita,terkait dugaan BR yang tidak memenuhi kewajibannya sebagai guru bersertifikasi, dibenarkannya olehnya.”Ya kita juga sudah dapat laporan, namun permasalahan tersebut yang bersangkutan sudah mendapat teguran, baik dari pihaknya selaku UPTD, maupun Dinas Pendidikan, melalui Kabid TK/SD, Syamsuddin,”uUjar Rosita.

Menurut Rosita, akibat dipanggil tersebut yang bersangkutan telah membuat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya. “Mereka sudah ada perjanjian untuk tidak mengulang perbuatannya,” ungkapnya.

Disinggung,mengenai upaya  apa yang akan dilakukan pihak UPTD jika nanti masih ada guru sertifikasi berulah tidak memenuhi kewajibannya,seperti yang dilakukan BR? Rasita menegaskan  bila ada lagi guru yang berulah seperti ini,maka tunjangan sertifikasinya akan dihapuskan.

“Kita saat ini ada informan,yang akan menyelidiki guru-guru setifikasi, apakah dia mengajar menjalankan kewajibannya atau tidak,dan informan itu, ada di setiap sekolah, bukannya kepala sekolah, karena bisa saja kepala sekolah takut melaporkan anak buahnya lantaran masih terkitat hubungan keluarga,”tandasnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada para kepala sekolah, untuk tidak takut melaporkan bila ada guru sertifikasi yang tidak memenuhi kewajibannya mengajar 24 jam perminggu.

“Kita juga mengimbau kepada para kepala sekolah, untuk melaporkan ke kita, kalau ada guru sertifikasi yang jarang masuk, tidak usah takut, kalau terbukti akan ditindak tegas,” janjinya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster