Keluarga Korban Kejar Terdakwa Usai Sidang

 252 total views,  2 views today

PALEMBANG – Sidang pembelaan terhadap terdakwa kelalaian lalu lintas, Mariana Albert (35) berakhir ricuh Rabu (26/3).

Keluarga mendiang Yufrizal, yang tewas tertabrak mobil yang dikendarai Mariana, tidak senang mendengarkan pembelaan Mariana. Keluarga korban pun  langsung mengejar Mariana begitu sidang berakhir.

Demi mengamankan Mariana, aparat kepolisian dan petugas kejaksaan yang bertugas mengamankan sidang menyembunyikan warga Jalan Gajah VI, Blok E, NO 1, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang itu di dalam ruangan pengacara Posbakum, PN Palembang.

Lantaran  banyaknya polisi dan jaksa yang berada di luar Kantor Posbakum, keluarga Yufrizal tidak bisa masuk ke dalam kantor tersebut.

“Kita minta hakim menghukum terdakwa dengan kurungan penjara yang lama. Dia sudah menghabisi nyawa orang lain, dan itu bukan kecelakaan,” kata salah satu keluarga korban, Andreas, yang tercatat sebagai anak Yufrizal.

Keluarga Yufrizal kecewa, Mariana tidak ditempatkan dalam tahanan sejak sidang digelar. Kekecewaan semakin bertambah saat Mariana melalui pengacaranya, Fahmi, meminta dibebaskan dari segala tuntutan yang diarahkan kepada terdakwa.

“Sudah tahu berbuat salah, masih minta dibebaskan. Dia seakan-akan bukan manusia,” teriak Andreas.

Merasa tidak berhasil menghamipiri terdakwa, keluarga korban akhirnya meninggalkan halaman PN Palembang. Meski sudah sepi, terdakwa masih berada di dalam kantor Posbakum PN Palembang.

Terdakwa baru bisa meninggalkan halaman PN Palembang saat kondisi suah sepi. Dengan diantar seorang kerabat, mobil yang ditumpangi terdakwa berjalan kencang meninggalkan halaman PN Palembang.

Usai pembacaan pembelaan dari Fahmi, majelis hakim yang diketuai Diris Sinambela mengagendakan persidangan dengan agenda pembacaan amar putusan atas terdakwa pada Kamis (27/3). Sidang pun diskors untuk dilanjutkan dengan vonis.

Terungkap di persidangan, peristiwa ini terjadi pada 9 November 2013 sekitar pukul 14.00 di Jalan RA Rozak di depan Kompleks Kedamaian. Saat itu, terjadi kecelakaan lalu lintas dimana Mariana yang mengendarai mobil Mitsubishi Outlander nopol BK 1388 HV melaju dari arah Kompleks Kedamaian hendak keluar dari arah komplek ke simpang patal dengan menghidupkan lampu sein ke kanan.

Setelah itu, terdakwa menabrak korban dari arah kiri ke motor yang dikendarai korban yang sedang berboncengan dengan isterinya Ayuning. Dan korban terjatuh ke aspal dengan luka-luka disebagian tubuhnya. Selain itu, isteri korban juga terpental sejauh sekitar dua meter. Meski sempat mendapatkan perawatan di RS, akhirnya nyawa korban tidak terselamatkan.

Sebelum menjalani pembelaan, tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU), Rosmaya SH yang menuntut terdakwa selama 3,5 tahun penjara dan denda Rp 12 juta subsider enam bulan karena terbukti  melanggar pasal 310 ayat 4 UU No 22 tahun 2009 dan kedua pasal 310 ayat 2 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas.

 

Teks   : Oscar Ryzal

Editor  : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster