Ganguan Jiwa Boleh Nyoblos

 133 total views,  2 views today

pemilu

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, akan mengakomdir pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), yang mengalami gangguan jiwa untuk menyalurkan suaranya pada pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April mendatang.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Teknis dan Kampanye, Ahmad Naafi mengatakan, dalam peraturan Peraturan KPU (PKPU) tidak ada ada larangan bagi penderita gangguan jiwa untuk ikut berpartisipsi dalam pemilu, hanya bertimbangannya, kecakapan mereka saja untuk mencoblos terbatas sehingga ada yang sudah terdaftar dalam DPT dicoret dengan pertimbangan tertentu.

“Standarnya seperti apa belum ada intruksi dari KPU pusat, namun KPU Sumsel akan mengakomodir seluruh masyarakat yang mengalami ganguan jiwa dan masih memiliki kesadaran diri untuk memiliki akan dipersilakan, namun tentunya bagi yang tidak memiliki standar kesehatan dari Rumah Sakit akan dicoret,” ujarnya.

Namun, bagi ganguan jiwa yang diperbolehkan untuk mencoblos, harus didampingi oleh keluarga atau pihak rumah sakit, sehingga ketika melakukan pencoblosan tidak salah, hal ini untuk mempermudah. “Dengan adanya pedamping tidak menyulitkan panitia yang ada di TPS,” kata dia.

Dilanjutkan Naafi, untuk mempermudah yang mengalami ganguan jiwa mencoblos, KPU akan maksimalkan TPS sekitar RS atau TPS mobile, sehingga tidak mempersulit masyarakat yang memiliki keterbelakang untuk mencoblos. “Namun kita blm berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ), biasa akan ada TPS khusus yang disediakan di RS atau sekitar RS,” jelas Naafi.

Dengan adanya, TPS mobile, semua penghuni RS, mulai dari dokter, karyawan, pasien dan penghuni RS dapat mencoblos, dengan menunjukan, surat undangan mencoblos, KTP atau KK.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster