Eddy-Yulius Nyoblos di Rutan Pakjo

 354 total views,  2 views today

Mantan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf  tampak termenung saat sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) OKU 2008 di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (26/3). Eddy Yusuf  dan Bupati OKU, Yulius Nawawi, dipastikan akan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo, Palembang bersama tahanan lainnya. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Mantan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf tampak termenung saat sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) OKU 2008 di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (26/3). Eddy Yusuf dan Bupati OKU, Yulius Nawawi, dipastikan akan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo, Palembang bersama tahanan lainnya. Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), Eddy Yusuf  dan Bupati OKU, Yulius Nawawi, dipastikan akan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo, Palembang bersama tahanan lainnya.

Itu dipastikan setelah Eddy dan Yulius masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Keduanya sendiri, saat ini tersandung kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) OKU 2008. Keduanya, sudah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang.

“Mereka merupakan warga Negara Indonesia (WNI), yang memiliki hak sama dengan masyarakat  pada umumnya. Berdasarkan hasil pendataan, keduanya masuk dalam DPK di Rutan ini,”  kata Kepala Rutan Kelas 1A Pakjo Palembang, Yulius Sahruzah, kemarin.

Menurut dia, menjelang pileg yang tinggal dua pekan lagi itu, semua masyarakat binaan di Rutan Pakjo, juga tidak luput dari sasaran sosialisasi supaya pada saatnya nanti ikut menyalurkan hak pilihnya, untuk memilih wakil yang diyakini mampu memperjuangkan hak mereka sebagai masyarakat yang lebih baik lagi.

“Untuk memfasilitasi hak pilih mereka, pihak penyelenggara bersama kita membentuk tiga TPS. Mengingat jumlahnya cukup besar, supaya semua bisa terakomodir dengan baik,” ucapnya.

Adapun TPS bagi Eddy dan Yulius, sendiri Yulius menambahkan belum bisa memastikan. Sebab, akan ada pembagian sesuai dengan DPK yang ditentukan oleh KPU. “Kita hanya memfasilitasi saja, adapun masalah teknis demikian itu, menjadi kewenangan dari pihak penyelenggara,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel, Budi Sulaksana menyampaikan, pada pileg ini, pihaknya membuat TPS di semua lembaga pemasyarakat (Lapas) maupun Rutan, yang ada di Sumsel. Menurut dia, untuk Lapas dengan kapasitas besar atau kelas 1A, maka didirikan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun di luar itu, masing-masing satu TPS.

“Jadi, semua Lapas dan Rutan, yang tersebar di Sumsel, ada KPPS yang bertugas untuk melakukan pemungutan suara. Untuk petugasnya, itu sudah dibentuk oleh KPU di daaerah itu masing-masing,” timpalnya.

Lanjut dia, untuk keamanan pada saat pileg, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian (Polda), supaya menugaskan anggotanya guna melakukan pengamanan. “Selain, petugas lapas/Rutan yang ada juga nantinya dibackup pihak kepolisian dan hal ini sudah kita koordinasikan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, untuk jumlah DPK dari Lapas dan Rutan yang ada di Kota Palembang, lebih kurang ada 1.276 mata pilih. Sedangkan untuk, seluruh Sumsel, Budi, tidak begitu hapal. “Untuk Lapas Anak, kemungkinan bergabung dengan Rutan, mengingat lokasinya yang berdekatan. Tetapi teknisnya, tetap kita serahkan kepada penyelenggara,” tukasnya.

 

TEKS            : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster