Diduga Gunakan Data Aspal Satu K2 Dinyatakan Gugur

 304 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Sebanyak 673 nama-nama peserta honorer K2 di Kabupaten OKI yang dinyatakan lulus menjadi pegawai negeri sipil (PNS) beberapa waktu lalu. Jangan senang dulu, mereka diminta memenuhi pemberkasan sebanyak 19 item yang nantinya akan dikirim ke BKN. Bila tak mampu sampai batas waktu yang ditentukan seminggu pertama bulan April, maka yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OKI, Imam Samhuri, Rabu (26/3), dari ratusan nama-nama tersebut, didapati ada 5 orang yang mandek tidak mampu memenuhi pemberkasan yang diminta, salah diantaranya telah mengundurkan diri, karena diketahui menggunakan data aspal (asli atau palsu) terkait pengangkatannya. Sementara 4 orang lainnya masih tentatif,  sampai saat ini belum memberikan sama sekali berkasnya,namun  kalau mereka terlambat, juga dinyatakan mengundurkan diri.

“Kalau memang kita jujur, pasti bisa memenuhi 19 item pemberkasan itu kan, tapi ibarat kalau tidak jujur kan bingung sendiri, untuk mengisi pemberkasan itu,nantinya ketahuan sendiri,” ujarnya.

Pihaknya membuka lebar pengaduan masyarakat, bila memang ada diantara 673 K2 tersebut yang datanya bermasalah, untuk digugat, sebelum berkasnya dikirim ke BKN. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Namun, BKD meminta yang melaporkan tersebut dapat membuktikan laporannya, sehingga tidak berdampak pada fitnah.

”Kalau bisa membuktikannya, bisa kita batalkan berkasnya,” pintanya.

Gugatan tersebut dapat dilaporkan kepihaknya sebelum berkas-berkas peserta K2 itu dikirim ke BKN,”Jadi kalau mau gugat sekarang, jangan berkas sudah dikirim ke pusat baru mau protes,” katanya.

Oleh karena itu, kata Imam, kepada masyarakat OKI dari jumlah 673 peserta K2 yang dinyatakan lulus tersebut, tidak mutlak diangkat semua, bila memang ada laporan yang bisa membuktikan berkas mereka bermasalah.

“Jadi jumlah tersebut, bertambah tidak mungkin,namun kalau berkurang bisa bila ada laporan yang bisa membuktikan diantara mereka bermasalah,” tandasnya seraya mengatakan, masih ada kesempatan untuk protes sebelum berkas dikirim ke BKN.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster