Banding Yulius Ditolak Hakim

6 total views, 3 views today

Yulius Nawawi  | Foto ; Bagus Kurniawan

Yulius Nawawi | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menggelar sidang perkara dugaan korupsi dana Bansos OKU 2008 atas terdakwa Yulius Nawawi memutuskan melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi. Ini disampaikan majelis hakim tipikor pada sidang putusan sela di PN Tipikor Palembang, Rabu (26/3).

“Setelah mempelajari eksepsi dari pihak terdakwa dan tanggapan jaksa atas eksepsi itu, majelis hakim memutuskan melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi pekan depan. Dengan ini, eksepsi terdakwa ditolak,” kata majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komarudin.

Usai membacakan putusan sela, Bahrul Ilmi selaku penasehat hukum Yulius berniat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Namun, niat itu langsung ditolak oleh majelis hakim tipikor dan membuat pihak Yulius kecewa.

Alasan majelis hakim menolak banding dikarenakan banding baru bisa dilakukan usai vonis dibacakan. Sebab itu, majelis hakim mempersilahkan Bahrul mengajukan banding begitu vonis sudah dibacakan.

“Seharusnya, kita diperbolehkan mengajukan banding ke PT terkait keputusan sela tanpa harus menunggu perkara sidang selesai. Ini sesuai dengan pasal 156. Sebab itu, kita sangat kecewa dengan dilarangnya kita mengajukan banding,” kata Bahrul, usai sidang putusan sela.

Meski bandingnya ditolak, Bahrul tetap berencana mengajukan banding ke PT Palembang terkait putusan sela majelis hakim tipikor. Banding akan diajukan tanpa sepengetahuan pihak PN Tipikor Palembang.

Jika nantinya hakim PT memutuskan sidang tidak layak untuk dilanjutkan, PN Tipikor Palembang harus menghormati keputusan itu. “Kita akan koordinasikan kapan mengajukan banding ke PT Palembang,” kata Bahrul.

Terkait status Bupati OKU yang disandang Yulius, Bahrul mengaku hingga saat ini belum menerima kabar adanya penon-aktifan status Yulius. Sebab itu, hingga saat ini, Yulus masih mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan Pemkab OKU.

Sebelum sidang putusan sela Yulius digelar, Eddy Yusuf terlebih dahulu menjalani sidang. Agenda sidang terhadap mantan Bupati OKU 2008 dan mantan Wakil Gubernur Sumsel itu adalah mendengarkan tanggapan jaksa terhadap eksepsi pengacara Eddy, Husni Chandra. Seperti hanya Yulius, jaksa juga membantah eksepsi dari pihak Eddy.

 

“Dakwaan yang kita buat sudah sesuai dengan aturan yeng berlaku dan sudah jelas bentuk tipikor yang dijalani terdakwa. Pasal yag kita dakwakan juga sudah sesuai dengan perkara terdakwa. Untuk itu, kita meminta majelis hakim tipikor melanjutkan sidang dan menolak eksepsi terdakwa,” kata Bimo, saat membacakan tanggapan eksepsi pengacara Eddy.

Majelis hakim tipikor yang juga diketuai Ade Komarudin belum memberikan putusan terkait tanggapan jaksa dan eksepsi pihak Eddy. Ketiga majelis hakim tipikor meminta waktu sepekan untuk mempelajari tanggapan jaksa dan eksepsi Eddy. Sdang pun ditunda pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan sela majelis hakim tipikor.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, sidang Eddy dan Yulius selaku dua terdakwa dugaan tipikor Bansos OKU 2008 tetap ramai. Puluhan kerabat dan keluarga mantan pasangan Bupati dan Wakil Bupati OKU 2008 itu tetap terlihat ada di ruang sidang tipikor PN Tipikor Palembang.

Tampak di kursi penonton, Suzana selaku isteri Eddy dan Rumialis yang merupaan isteri Yulius berbaur dengan kerabat dan keluarga masing-masing. Hanya saja, keluarga Eddy dan Yulius tidak berbaur, melainkan duduk di kursi yang barisanya terpisah.

Sementara di luar sidang, puluhan anggota kepolisian tampak ramai mengawal sidang. Mereka tidak pernah sedetik pun melepaskan HT dari genggaman selama sidang berlangsung.  Kondisi pun tetap kondusif meski keluarga Yulius kecewa pengajuan banding terhadap putusan sela ditolak majelis hakim tipikor.

Eddy dan Yulius datang menghadiri sidang sekitar pukul 09.00 WIB dengan dijemput mobil tahanan korupsi dari Rutan Pakjo Palembang. Keduanya turun dari mobil sembari melepas rompi bertuliskan tahanan korupsi di bagian belakang.

Untuk diketahui, kasus penyidikan dugaan korupsi Bansos OKU 2008 sebelumnya Tipikor Polda Sumsel telah melimpahkan enam tersangka ke Kejati Sumsel. Berawal Pada 19 November lalu mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab OKU Ir Syamsir Djalib berserta pelaksana tugas kabag perlengkapan dan Umum Sekda OKU, Sugeng.

Kemudian pada tanggal 13 Januari empat tersangka kembali dilimpahkan ke Kejati Sumsel mereka yakni mantan Kabag Keuangan Pemkab OKU, Janadi, Chairul Amri, Ahyar, dan Supriyadi Jasid. Keenam tersangka saat ini telah divonis dan menjalani hukuman penjara.

Kasus korupsi bansos OKU tahun 2008 yang telah membuat kerugian negara sekitar Rp 3 miliar ini terjadi saat, Eddy Yusuf menjabat sebagai Bupati OKU dan Yulius Nawawi menjabat sebagai wakil bupatinya.

 

Teks  : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com