Awas, Modus Baru Penipuan

 214 total views,  2 views today

penipuan

INDRALAYA – Berbagai cara yang dilakukan seseorang untuk menipu demi meraup keuntungan besar. Selama ini, cara0cara penipuan kerap melalu pesan singkat (SMS) yang isinya pemilik nomor tersebut mendapatkan mobil atau barang berharga lainnya.

Kali ini, penipu mengeluarkan ‘jurus’ baru, yakni dengan menelepon siapa saja  dengan  alasan sang anak bahwa ditangkap dalam kasus narkoba  dan meminta tebusan dengan jumlah yang fantastis.

Hal ini seperti yang dialami, Amran, salah satu pegawai di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (26/3).

Menurutnya, baru-baru ini, dirinya dihubungi seseorang yang mengaku anggota polisi dan menangkap anaknya dalam kasus narkoba. Setelah dicek ternyata anaknya sedang bekerja di salah satu perusahaan.

“Kalau penipuan lewat sms, kita sudah tahu semua. Ya sms itu kita dapat mobil mewah, tau-taunya kita hanya di telepon dengan mengirimkan uang kepada orang penimpu itu,” ujarnya.

Lanjutnya, modus penipuan ada yang baru lagi, dimana penipu menelpon, dan mengaku jika sang anak ditangkap karena kasus tertentu.

“Saya beberapa hari yang lalu, dapat telepon, katanya anak saya ditangkap. Waktu ditelpon itu ada seorang anak nangis-nangis. Saya tidak langsung percaya. Karena gelagatnya sudah mencurigan, dan sepertinya orang itu tahu kalau saya tidak tertipu dan langsung mematikan hendponenya,” paparnya.

Saat ditelepon balik, lanjutnya, nomor tersebut tidak aktif lagi, beberapa ditelpon tetap tidak aktif. “Saya telpon anak saya, anak saya tidak ada apa-apa, malah sedang bekerja. Saya diminta uang sebagai tebusan terhadap anaknya. “Anak saya untuk tidak mempedulikan oknum itu lagi,” tuturnya.

Hal senada juga dialami Didit, warga Indralaya. Dirinya baru saja mendapat telpon yang sangat membuat dirinya stres.

“Orang nelpon itu, ngomong anak saya ditangkap karena kasus narkoba, saya langsung sok, kebenaran saya ada anak laki-laki yang masih duduk disekolah SMA,” ungkapnya.

Dibeberkannya, bahwa dirinya diminta uang dengan jumlah 50 juta oleh oknum tersebut. “Uang itu sudah saya siapkan, untung saya mau bertanya ke sana-sini, dan ada yang ngomong tidak usah dipedulikan oknum tersebut, cek saja anak kamu, katanya. Setelah saya cek anak saya, benar anak saya sedang sekolah,” terangnya.

Terpisah Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudarjat meminta agar warga jika menemui masalah tersebut ke polisi terdekat.

“Ini modus baru penimpuan, dan jangan mudah percaya. Jadi, kita minta kepada warga jangan mudah percaya, dan harus mengcroscek terlebih dahulu,” singkatnya.

 

Teks  : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriydi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster