Ada Pungli di Candi Bumi Ayu

 360 total views,  2 views today

Salah satu pengunjung menunjukkan Karcis Parkir di komplek Candi Bumi Ayu.

Salah satu pengunjung menunjukkan Karcis Parkir di komplek Candi Bumi Ayu.

PALI – Candi Bumi Ayu adalah aset wisata andalan yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Peninggalan bersejarah dari masa kerajaan Sriwijaya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Setiap harinya ratusan pengunjung mendatangi komplek candi seluas 40 hektar itu.

Namun sangat disayangkan, aset wisata berharga itu dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Memasuki komplek candi, tepatnya di depan Candi 1, sekelompok anak muda mencegat pengunjung dan memaksa membayar parkir. Kendaraan roda empat dipungut uang Rp 10.000,- dan roda dua Rp 5.000,- untuk sekali masuk.

Seperti dialami Hendri, warga Talang Ubi yang bermaksud mengajak keluarga berwisata. Dengan terpaksa ia merogoh koceknya.

“Terpaksa bayar pak. Soalnya gaya yang memungut sepertinya sempoyongan. Dari pada ribut dan mobil saya rusak mendingan dikasih” ujar Hendri.

Membayar tiket masuk resmi bagi Hendri tidak masalah. Namun yang menjadi pertanyaan, pungutan itu resmi atau tidak. “Kita ragu pak, soalnya karcis yang diberikan berupa fotcopy. Kalau uangnya masuk kas daerah sih oke, toh uangnya buat membangun fasilitas candi. Tapi kalau masuk kantong pribadi, jelas saya keberatan” jelas Hendri, saat ditemui dipelataran parkir Komplek Candi Bumi Ayu.

Dirinya merasa kesal harus membayar mahal saat tiba di areal parkir. “Katanya buat bayar parkir, ini yang ngatur parkir tidak ada,” keluhnya.
KabarSumatera sendiri menjadi salah satu korban. Memasuki komplek candi itu, kendaraan yang ditumpangi KabarSumatera didatangi oknum preman yang nongkrong dipinggir jalan.

Dengan setengah memaksa mereka meminta biaya parkir. Meskipun dijelaskan kedatangan ini atas undangan Panitia Pemilihan Bujang Gadis dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), oknum itu seakan tidak peduli. “Ini sudah aturannya,” kata oknum tersebut dengan wajah dingin.

Kejadian serupa juga dialami Jihan (16) warga Desa Raja, Kecamatan Tanah Abang. Jihan mengaku dipungut biaya parkir sebesar Rp 5.000, sama seperti Hendri, Jihan dibiarkan begitu saja untuk memarkir kendaraannya. Takut motornya hilang, ia lebih memilih duduk diatas motor.

“Biar aman om, duduki bae” kata Jihan sambil menunjukkan karcis yang diterimanya. Karcis itu tertera stempel dengan tulisan melingkar “Pemerintah Kabupaten P, Kecamatan Tanah”. Kemudian ada juga tulisan “Bumi A”. Stempel berbentuk bulat itu tidak terlalu jelas ujungnya, karena terpotong sobekan karcis.

Pengamatan KabarSumatera, diareal parkir ratusan sepeda motor parkir secara sembarangan mengelilingi panggung tempat lokasi Pemilihan Bujang Gadis PALI yang digelar oleh Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Islam.

Acara pemilihan bujang gadis itu, Rabu (26/3) memasuki babak final. Tak pelak, ratusan warga mendatangi komplek candi itu untuk menyaksikan temannya yang jadi peserta.

Saat hal ini diungkapkan kepada petugas BPCB yang bertanggung jawab terhadap komplek candi itu, Endi salah satu petugas mengaku tidak tahu. “Kalau pungutan kami tidak tahu. Kalau kami tidak berani memungut retribusi. Sebab dari dilarang keras memungutnya,” kata Endi.

Pungutan yang dilakukan secara ilegal dan dipungut oleh oknum yang tidak jelas ini tentu saja merusak citra Candi Bumi Ayu. Apalagi pemungutan dilakukan preman menggunakan stempel resmi.

“Sangat disayangkan pungutannya dilakukan preman. kesannya disini tidak aman dan dikuasai preman. Buktinya preman bisa menggunakan stempel pemerintah. Padahal tempat wisata itu seharusnya dijaga keamanan berseragam yang ramah. Sehingga menarik minat wisatawan,” keluh Nirwana, salah satu pengunjung.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster