Kamus Bahasa Palembang Perlu Banyak Revisi

 764 total views,  2 views today

PALEMBANG  – Meski telah dicetak dipublikasi dan diluncurkan, Kamus Bahasa Palembang yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan memerlukan banyak revisi karena masih jauh dari kesempurnaan. Hal itu terungkap dari acara Publikasi Kamus Palembang-Indonesia edisi II yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (25/3) kemarin.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Aminulatif, SE M.Pd mengemukakan, penerbitan kamus oleh tim penyunting yang terdiri atas Muhammad Irsan, Aminulatif, dan Dora Amalia dengan penyusun Dian Susilastri, Yeni Afrita, Yeni Mastuti, Basuki Sarwo Edi. Dewi Sartika dan Budi Agung Sudarmanto.

Langkah itu sebagai bentuk endokumentasi dan menginventaris kekayaan bahasa di Provinsi Sumatera Selatan. Sebab Balai bahasa memiliki tugas melaksanakan pengembangan, pengkajian, pembinaan dan perlindungan bahasa dan sastra daerah. Untuk itu pihaknya telah menyusun Kamus Palembang-Indonesia (edisi) yang memiliki entri lebih dari 8.793 dan merupakan kamus kontemporer yang diharapkan dapat menjadi pedoman kebahasaan Palembang.

Bertindak sebagai pembicara pada kesempatan itu, Kepala Balai bahasa Aminulatif, SE MPd, Dian Susilastri ketua tim penyusun kamus Palembang dan pembahas Yudhi Syarofie pegiat bahasa Palembang dan pelaku seni.

Aminulatif mengemukakan, kamus tersebut disusun berdasarkan berbagai tahapan mulai dari mengumpulkan entri hingga melakukan studi lapangan dengan mewawancarai penutur bahasa Palembang yang ada di berbagai lokasi. Bertindak sebagai penanggap pada kesempatan itu Prof. Djalaluddin Guru Besar IAIN Raden Fatah Palembang yang mengemukakan, menyambut baik penerbitan kamus itu karena bermanfaat untuk memelihara kekayaan bahasa daerah. Namun, dalam penyusunannya masih banyakj kekurangan baik dari arti, ejaan penulisan maupun kosa kata. Oleh karena itu ke depan kamus itu perlu direvisi. Dia juga menyarankan penyusunnya harusnya ada orang Palembang misalnya yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Palembang sehingga diperoleh penutus yang benar.

Kemudian penganggap kedua Sarono P Sasmito yang juga Wakil Pemimpin Redaksi harian Kabar Sumatera juga menyarankan agar revisi kamus itu dilakukan. Sebab kesannya banyak kosa kata yang ada adalah bahasa Indonesia yang dibuat irip dialeg Palembang padahal itu bukan bahasa Palembang asli. Sebab kosa kata itu perlu juga dirunut karena ada kemiripan bahasa Palembang dengan bahasa jawa misalnya. Pemberi saran berikutnya Muhaimin juga menyorot banyaknya kelemahan kamus itu karena belum memenuhi banyak aspek yang diharapkan. Meski demikian agar sempurna maka ke depan kamus itu tetap memerlukan revisi demi resvisi. Kepada tim penyusun diharapkan dapat melibatkan banyak pihak sehingga kamusnya lebih komprehensif.

 

Teks :  Junaidi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster