Double Track Terkendala Investor

 290 total views,  2 views today

Ilustrasi Rel Kereta Api | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Rel Kereta Api | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Rencana Pembangunan rel kereta api ganda (double track) dari Tanjung Enim-Tanjung Carat, Tanjung Api-Api (TAA), yang menempuh jarak sepanjang lebih kurang 270 kilometer sampai saat ini belum terwujud.

Hal tersebut dikarenakan, belum ada investor yang mau membangun double track tersebut. Sebab itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendesak Pempov Sumsel untuk lebih agresif lagi mencari investor.

Hal tersebut diungkapkan Kasubdit Investasi Dirjen Perkeretaapian, Kemenhub, Prasetyo Budi Cahyono di Griya Agung, Selasa (25/3). Budi mengatakan, sebenarnya rencana pembangunan double track ini sudah lama diniatkan oleh Pemprov Sumsel.

Namun pembangunannya membutuhkan deposit yang banyak. ”Pemprov ingin menambah kapasitas untuk existingnya. Tapi anggaran dari pemerintah secuil-secuil, dan ingin dikembangkan lagi, makanya diundang swasta,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada dua jenis perkeretaapian di Indonesia yakni umum dan khusus. Untuk pembangunan double track ini harus dengan sistem lelang, dan sesuai perjanjian dengan pemprov.

“Saya mau meluruskan, soal persepsi pembangunan double track harus ada kuasa penambangan (KP). Sebenarnya kuasa penambangan itu, adalah perkeretaapian di kawasan tambang untuk menunjang bisnisnya, itu tidak lelang. Nah soal PT Adani berniat membangun double track, dia masuk dalam kategori kereta api khusus, sehingga mau tidak mau harus melalui proses lelang,” bebernya.

Prasetyo menerangkan, kendala pembangunan double track selama ini adalah belum adanya investor yang mau membangun. Karena pembangunannya harus dengan sistem lelang. ”Double track ini belum ada yang mau bangun. Jadi Gubernur Sumsel, harus lebih agresif lagi mencari investor,” ujarnya.

Mengenai bentuk dorongan Kemenhub, sambung dia, pihaknya sudah mendorong swasta untuk ikut mengembangkannya perkereteaapian. Karena regulasinya sudah ada. ”Jika double track nanti dibangun oleh pihak swasta. Maka pengelolanya tidak di KAI. Mudah-mudahan PT Mega Guna Ganda Semesta yang mau bertemu dengan gubernur, mau berinvestasi untuk pembangunan double track ini,” bebernya.

Disinggung soal pengkajian pembangunan double track ini, dia menuturkan, pengkajian sudah dilakukan dan tidak ada pengakajian ulang. “Kalau pak Alex mau secepatnya. Kita dukung keinginan pemprov ini. Jika PT Mega Guna Ganda Semesta benar-benar menanamkan investasinya untuk pembangunan double track ini, kita sarankan menggunakan sistem konsorsium dengan BUMD,” tandasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster