Dicurigai Pakai Boraks Pempek Candy Digrebek Polisi

 1,381 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dicurigai memakai zat pengawet berbahaya yakni borak), warung jajanan khas Palembang, Pempek Candy, digrebek Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim), Direktorat Kriminal Khusus  (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (25/3).

Dari pengrebekan yang dilakukan petugas dari Subdit I Direskrimsus Polda Sumsel, di Toko Pempek Candy di Jalan Kapten A Rivai tersebut, petugas mengamankan beberapa bahan baku pembuatan empek-empek untuk diselidiki dan di cek ke laboratorium.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo melalui Kasubdit I AKBP Suhasto menyebut, penyidik mengambil beberapa sampel bahan pempek dari Pempek Candy di Jalan Kapten Rivai Palembang.

Selanjutnya, bahan-bahan itu akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih dalam. “Kita dapat informasi masyarakat tiga hari lalu. Langsung kami tindak lanjuti, dengan mendatangi lokasi dan mengambil beberapa sample bahan bakunya untuk diselidiki,” kata Suhasto.

Dilanjutkan Suhasto, pihaknya sudah melakukan uji laboratorium dari kertas yang diletakan. Hasilnya, warnanya berubah menjadi kuning pekat. Hanya saja, pihaknya belum berani memastikan apakah benar asli boraks atau ada zat lainya yang terkandung dalam bahan pembuat makanan khas Palembang itu.

Jika nantinya terbukti menggunakan borak, lanjut Suhasto, pemilik usaha Pempek Candy di Kapten Rivai Palembang, bisa dikenakan proses hukum. Apalagi, karena warna kertas berubah kuning pekat, artinya itu bukan saja boraks. Bisa saja sebutnya, ada unsur zat lain yang tidak diperbolehkan Menkes, dicampurkan ke dalam bahan pembuat pempek tersebut.

Sementara itu, pemilik Pempek Candy A Rivai, Roni, membantah kalau dalam proses pembuatan pempek di toko miliknya itu, menggunakan zat berbahaya seperti borak atau lainnya.

Menurutnya, ini hanyalah persaingan bisnis. Kemungkinan tudingnya,  ada pihak yang ingin merusak nama baik Pempek Candy A Rivai. “Hal tersebut kami tangapi dingin saja. Ini sudah biasa dan tidak perluh khawatir,” tukasnya.

Sebagai informasi, boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Ini dapat dijumpai dalam bentuk padat dan jika larut dalam air, akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3).

Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air. Bahan berbahaya ini haram digunakan untuk makanan. Penggunaan boraks sebagai bahan tambahan pangan, selain bertujuan untuk mengawetkan makanan juga bertujuan agar makanan menjadi lebih kompak (kenyal) teksturnya dan memperbaiki penampakan.

Dengan jumlah sedikit saja, telah dapat memberikan pengaruh kekenyalan pada makanan sehingga menjadi lebih legit, tahan lama, dan terasa enak di mulut.

 

TEKS           : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster