Ada “Kolam” di Jalinsum

 219 total views,  2 views today

Ilst. Jalan Rusak | Dok KS

Ilst. Jalan Rusak | Dok KS

MUARAENIM – Kondisi badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya diperbatasan Desa Pandan Dulang dan Desa Muara Meo, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, rusak parah. Bahkan akibat lubang yang ada di jalan, saat ini sudah terbentuk seperti kolam ditengah jalan dengan diameter mencapai lebar badan jalan.

Kedalaman lubang tersebut diperkirakan mencapai belasan sentimeter, sehingga kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Padahal jalur tersebut menjadi penghubung utama antara beberapa daerah di pulau Sumatera.

Mansyur, mantan Kepala Desa (Kades) Pandan Dulang menyebut, kerusakan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Kondisi tersebut menurutnya, karena air dari tebingan dibagian atas jatuh dan mengalir ke badan jalan.

Pihak yang mengerjakan perbaikan jalan tersebut menurutnya, sudah berulang-ulang dianjurkan untuk membuat saluran air penghubung, namun tidak diindahkan. “Setiap ada yang memperbaiki jalan itu, kita anjurkan untuk dibikin drainase. Tetapi mereka tidak mau membuatnya, kejadiannya yang seperti ini,” kata Mansyur, Selasa (25/3).

Bahkan menurutnya, pihak yang mengerjakan perbaikan mengatakan, cor beton yang mereka gunakan untuk menutupi lubang dapat dijamin bertahun-tahun tidak akan rusak, meskipun terkena air. Namun nyatanya menurut Mansyur, baru beberapa bulan diperbaiki sudah hancur kembali dan kolam di jalan tersebut kembali terbentuk. “Sepertinya mereka sengaja, jadi setiap tahun ada anggaran yang dialokasikan untuk memperbaiki jalan ini, tapi buktinya jalan ini selalu rusak,” ujarnya.

Selain sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, akibat kerusakan jalan di titik tersebut seringkali digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pungli. Bahkan menurutnya tidak sedikit kendaraan dari luar daerah yang dihadang sekelompok pemuda kemudian meminta sejumlah imbalan. “Jadi sering jadi tempat orang ‘meras’, bahkan sering orang melakukan aksi penjambretan disini,” ucapnya.

Kondisi tersebut menurutnya jelas berdampak kepada nama baik Desa Pandan Dulang dan Kabupaten Muaraenim. Karena  kendaraan yang melintas di jalur tersebut dari berbagai daerah di pulau Jawa dan Sumatera. Jika sering terjadi aksi kriminalitas di jalur tersebut,dikhawatirkan nama baik Muaraenim yang tercoreng.

“Itu yang kita khawatirkan, padahal apa susahnya sekedar membuat gorong-gorong agar air tidak masuk kejalan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara truk ekspedisi Jawa-Sumatera, Sumitra, yang berhasil dibincangi mengaku, jika tidak hati-hati jelas pengendara akan terjebak di titik tersebut. Apalagi menurutnya, untuk kendaraan berat seperti truk fuso yang dikendarainya. “Kalau tidak hati-hati bisa terguling mas, lubangnya itu dalam,” terangnya.

Terkait aksi pemalakan di jalur tersebut, ia tidak menampik. Namun aksi tersebut menurutnya seringkali dilakukan malam hari. Bahkan menurutnya, jika tidak dikasih seringkali diteriaki oleh oknum tersebut. Meskipun menurutnya besaran yang diminta tidak ditetapkan, namun hal itu jelas merugikan. “Hitunganya cari amanlah, daripada nanti kaca mobil kita yang dilempar,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster