Ada Broker Bermain di Pasar Tradisional

 65 total views,  3 views today

Naikkan Harga Sewa Lapak dan Kios

PALEMBANG – Adanya retribusi ilegal yang ditarik dari pedagang di pasar tradisional di Palembang sejak empat bulan lalu, dibantah oleh PD Pasar Palembang Jaya. Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi CES Busri menyebut PD Pasar tdiak menaikkan tarif retribusi yang disebut pedagang sebagai retribusi ilegal.

Menurut Apriadi, yang dilakukan PD Pasar hanyalah optimalisasi. Karena kata Apriadi, dengan perkembangan pasar saat ini, tarif  retribusi saat ini sudah dianggap tidak sesuai lagi dengan tarif yang lama.

“Sewa lapak atau kios di pasar masih Rp 200 ribu pertahun, kalau kita bandingkan dengan sewa bedeng saja sudah berapa juta pertahun, jadi hal tersebut sudah tidak masuk akal lagi,” katanya, Selasa (25/3).

Apriadi mengatakan, sewa kios tersebut tidak sesuai dengan penghasilan pedagang sekarang. Apabila PD Pasar sebutnya, hanya mengharapkan uang dari harga sewa kios tersebut, maka kerja PD Pasar tidaklah optimal.

“Nah kita sekarang sedang melakukan penyesuaian, karena sewa kios di pasar, seperti pasar 16 tersebut melebihi sewa dari PD Pasar sendiri. Disana, sewa lapak yang ditarik dari pedagang bisa mencapai puluhan juta pertahunnya, itulah yang dimainkan oleh oknum tertentu,” bebernya.

Sebenarnya, kata Apriadi, para pedagang pasar tidak mempermasalahkan harga dinaikkannya tarif retribusinya. Tetapi pasar di Palembang sebutnya, sudah ada broker. “Sewa yang terbeban kepada para pedagang sebenarnya kecil, tetapi, mereka harus membayar lebih kepada broker yang menyewakan kios kepada mereka. Karena sudah dari pihak ketiga, kalau mereka langsung menyewa kepada kami, saya rasa dan yakin tidak akan memberatkan pedagang,” ucapnya.

Apriadi berjanji kedepannya, PD Pasar akan mengiventarisasi berapa lapak dan kios di pasar-pasar tradisional yang ada di Palembang. “Tidak akan ada broker lagi, siapa yang berdagang, dia yang menyewa bukan melalui pihak ketiga, karena kami ini sangat memikirkan pedagang asli, pedagang itu diperas oleh broker,” tegasnya.

Lebih jauh Apriadi menjelaskan, kenaikan tarif retribusi tersebut hanya untuk yang bulanan dan tahunan, yang baru dimulai Maret ini. “Untuk sewa harian tidak naik, masih seperti lama Rp 5 ribu. Itu bohong yang mengatakan naik, tidak benar itu, sewa bulanan dan tahunan naik karena kami sesuaikan dengan perkembangan,” ujarnya.

Apriadi menambahkan, kenaikan tarif retribusi bulanan dan tahunan tersebut hanya baru dilaksanakan di empat pasar yakni, Pasar 16 Ilir, Cinde, KM 5, dan Pasar Lemabang. “Selanjutnya, kenaikan akan berlaku seluruh pasar, sekitar bulan Juni sudah berlaku semua untuk 21 pasar di bawah naungan PD Pasar,” ucapnya.

Ia juga menerangkan, tahun ini PD Pasar dibebankan target untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 30 miliar. Target ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 10 miliar sampai Rp 11 miliar.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com