Saya Jual Karet Rp 4 Ribu per Kilo

 207 total views,  4 views today

PAGARALAM – Sejak turunnya harga karet terhitung beberapa bulan terakhir, membuat petani karet di Kota Pagaralam mengeluh. Mereka terpaksa harus menyimpan hasil panen karet mereka, karena harga karet saat inu di Pagaralam berkisar Rp 4.000/kg. Ditambah lagi penghasilan petani terus merosot tajam.

Sejauh ini mereka merasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak mendapat penghasilan setiap harinya melainkan hanya dari hasil panen karet tersebut saja. Kendati demikian, tidak semua petani menahan penjualan, karena jika tidak menjual karet mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rustan (45) warga Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Dempo Selatan mengatakan, sudah sejak satu bulan lebih ini harga karet anjlok dari Rp.9.000 per kilogram menjadi Rp 4.000 per kilogramnya. Hal ini membuat para petani terpaksa menyimpan hasil panen dan menunda panen.

“Ini bukan lagi turun pak, tapi anjlok. Bayangkan, turunnya lebih dari 100 persen dari Rp 9 ribu menjadi Rp 4 ribu per kilogramnya untuk karet harian,” ujarnya, kemarin (24/3).

Dikatakan Rustan, sejak harga karet anjlok sudah tidak pernah lagi ke kebun. Pasalnya para petani menilai rugi jika harus ke kebun untuk panen karet.

“Untuk ongkos saja tidak cukup pak jika harganya segitu. Jadi kita lebih baik tidak panen dari pada rugi,” terangnya.

Senada dikemukakan Edi (31) agen Karet keliling mengatakan, sejak harga karet turun drastis, tidak lagi bisa membeli karet dari petani. Pasalnya banyak petani yang tidak menjual hasil panen mereka.

“Jika sejumlah petani banyak menahan hasil panen, kami juga ikut rugi, karena tidak dapat barang,” katanya.

Termasuk Heri, agen pengepul di Pagaralam mengakui hal itu. Ia mengatakan, anjloknya harga karet ini disebabkan beberapa factor, diantaranya adalah harga karet dunia yang turun serta imbas banjir besar yang melanda ibukota sehingga industri karet di Jabotabek tidak berfungsi maksimal.

Pada kondisi normal sebagai pengepul ia mampu membeli karet sampai Rp 25ribu/ kg, tetapi dalam kondisi sekarang untuk karet kualitas kering yang bagus paling banter dibeli Rp 10 ribu/kg

“Ya mau bagaimana lagi, memang kondisinya seperti ini. Baik petani maupun pengepul sebetulnya sekarang sama-sama sedang terpuruk,” katanya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster