Pembangunan Underpass Masih Molor

 334 total views,  2 views today

Proyek pembangunan underpass di Simpang Patal, Palembang | Foto : Bagus Kurniawan

Proyek pembangunan underpass di Simpang Patal, | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Dua  proyek fisik, untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Palembang, nampaknya senasib. Jika pembangunan fly over atau jembatan layang di Simpang Jakabaring, terhenti sementara pembangunannya karena masih menunggu proses lelang untuk pembangunan tahap kedua, sementara pembangunan underpass di Simpang Patal terkendala dengan pemindahan utilitas.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Jalan dan Jembatan Metropolis Palembang, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Junaidi mengatakan saat progres pengerjaan proyek underpass telah memasuki 55 persen.

Saat ini jelasnya,tengah dilakukan penyelesaian ruas kiri dan kanan pendekat jalan. Namun terangnya,  jadwal simulasi penutupan badan jalan pada 20 Maret lalu gagal dilaksanakan sampai saat ini.

“Iya, kita terpaksa molor untuk menutup jalan itu, karena terkendala belum rampungnya pengecoran. Kita molor dua minggu, jadi baru bisa dilakukan simulasi penmutupan jalan itu pada awal April mendatang. Saat ini masih ada yang harus di bongkar, tiang listrik belum dipindahkan dan lain sebagainya,” terang Junaidi ketika dibincangi, Senin (24/3).

Disinggung mengenai minimnya pembatas, pihaknya memastikan untuk segera mengkorodinasikan hal tersebut dan akan menutup dengan pembatas yang memadai. “Setelah ini, saya akan langsung tinjau ke lokasi, saya akan segera koordinasikan dengan pihak terkait, dan akan langsung segera kita tindak lanjuti masukan ini,” janjinya.

Mengenai debu yang menganggu pengguna jalan, ia hanya berharap pengguna jalan bisa sedikit bersabar atas ketidaknyamanan tersebut. Insya Allah kata Junaidi, dalam waktu satu bulan lagi, tidak akan ada lagi debu saat badan jalan yang dilebarkan sudah dicor.

Saat ditanya mengenai sisa pembebasan lahan, Junaidi memastikan bahwa hal tersebut tak akan berlangsung lama lagi. “Dalam minggu-minggu ini akan selesai, kita tunggu saja dari rim pembayarannya itu sendiri. Tinggal pembayaran, karena masyarakat itu saat ini belum bisa menyerahkan kepada kita walaupun sudah tanda tangan berkas sampai kita telah mentransfer ke rekening mereka,” terangnya.

Sebenarnya terang Junaidi, belum semua lahan dibebaskan tersebut cukup menganggu pengerjaan proyek underpass tersebut. Harusnya kata Junaidi, itu terjadi mengingat saat ini sudah proses pengerjaan.

Mengenai ganti rugi itu sambung Junaidi, nilainya dipastikan memenuhi standar dan mekanisme yang berlaku termasuk harga tanah yang sudah sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak).

“Nah, masih ada kendala lain yaitu terdapat satu rumah dan satu tanah yang belum kita selesaikan proses penandatangannya, karena pemilik bangunan dan tanah itu tidak berada ditempat. Kabarnya, ia sedang diluar negeri,” ujarnya.

Namun menurut Junaidi, jika dalam waktu dekat pemilik bangunan dan pemilik tanah tersebut belum bisa ditemui, maka pihaknya akan menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan. Cara itu terangnya, adalah cara terakhir yang dilakukan jika pemilik bangunan dan lahan tidak juga berhasil ditemui.

“Namun kita akan tetap berusaha menemui secara langsung pemilik lahan dan bangunan tersebut, untuk segera menyelesaikan pembayaran yang nominalnya mencapai Rp 500 juta,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan, semuanya bisa selesai. Sehingga kita tidak mundur dari jadwal yang ditetapkan, untuk target penyelesaian yakni Desember 2014. Kalau ada kendala seperti ini, otomatis pengerjaan akan dikebut agar sesuai dengan target penyelesaian itu sendiri,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster