Kadis PU OKUS Jadi Tersangka

 211 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, akhirnya, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sudirman menjadi tersangka.

Sudirman menjadi tersangka, dalam kasus dugaan korupsi proyek Jalan Jagaraga di Kabupaten OKUS, dengan kerugian negara mencapai sekitar Rp 9,2 miliar dari total proyek sebesar Rp 35,8 miliar. Sebelumnya Polda Sumsel, sudah menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus yang sama.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Eddy Purwatmo melalui Kasubdit III Unit Tipikor Polda Sumsel, AKBP Imran Amir mengatakan, perkara atas nama Sudirman kini sudah dinaikkan ke tahap penyidikkan sejak pekan silam. Sebelumnya, Sudirman masih berstatuskan sebagai saksi.

“Ya, dengan dinaikkanya ke tahap penyidikan, Sudirman resmi ditetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, ia (Sudirman) akan kita panggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka setelah sebelumnya kita panggil sebagai saksi,” katanya, Senin (24/3).

Saat ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Imran, status Sudirman masih sebagai Kepala Dinas PU OKU Selatan. Dengan demikian, tim tipikor Polda Sumsel kembali menjerat seorang pejabat aktif , setelah sebelumnya menetapkan Bupati OKU, Yulius Nawawi sebagai tersangka Bansos OKU 2008.

Terkait akan diberlakukan penahanan atau tidak, kata Imran, Polda Sumsel selaku tim penyidik kemungkinan besar tidak akan menahan Sudirman. Ini mengacu dari kasus yang dijalani Yulius, yang tidak diberlakukan penahanan saat ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Meski demikian, kita akan terus memantau gerak-gerik para pelaku dugaan tipikor yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada beberapa pertimbangan mengapa tim penyidik Polda Sumsel tidak pernah memberlakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tipikor,” kata Imran.

Salah satu pertimbangan, jelas Imran, adalah bisa lepasnya status tersangka dugaan tipikor. Jika ini terjadi, tersangka bisa saja melakukan tuntutan balik terhadap penyidik yang sudah melakukan penahanan karena sudah memberlakukan penahanan.

Pertimbangan lain, lanjut Iman, sistem pemberlakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tipikor akan mempengaruhi masa tahanan tersangka itu sendiri. Semakin lama diberlakukan penahanan, semakin banyak pula potongan masa tahanan jika nantinya sudah menerima vonis dari majelis hakim tipikor.

Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tiga tersangka dugaan korupsi proyek Jalan Jagaraga OKUS, Selasa (hari ini), akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Imran menjelaskan, ketiganya yakni tersangka Maulana (kontraktor proyek), Burhaenedi (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), dan Khaerul Amri (Pejabat Pembuat Komitmen).

“Untuk berkasnya sudah dilimpahkan pada awal Maret lalu. Selasa (Hari ini), tersangkanya kita kirim,” ujarnya.

Lanjutnya, Penyidik Tipikor Polda Sumsel juga telah menyita aset milik tersangka Maulana yang tujuannya untuk dijadikan barang bukti. Adapun aset-aset yang disita adalah, dua unit truk, tanah seluas 130 hektar, dan tanah seluas 1628 meter persegi.

“Untuk dua truk dan tanah seluas 130 hektar, kita sita di daerah Way Kanan, Lampung. Sementara tanah seluas 1628 meter persegi, kita sita di Muaradua. Untuk aset tersangka Burhaenedi  dan Khaerul Amri, pihaknya tidak melakukan penyitaan, hanya berupa documen terkait pembangunan jalan Jagaraga,” tuturnya seraya menyebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang nantinya akan terungkap dalam persidangan.

Untuk diketahui, ada penyalahgunaan proyek pembangunan Jalan Jagaraga, yang ada di Muaradua OKU Selatan. Proyek pembangunan jalan sepanjang 14 kilometer yang belum selesai sudah mendapat bayaran 100 persen dari total proyek, yakni sekitar Rp 35,8 miliar. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 9,2 miliar.

 

TEKS      : OSCAR RYZAL

EDITOR    : JUNAEDI ABDILLAH





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster