Disperindag Diberi Empat PR

 164 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Sumsel, mendapatkan empat catatan penting dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Catatan ini, terungkap setelah Kepala Disperindag Sumsel, Permana melakukan pertemuan dengan Kemendag, beberapa waktu lalu.

Empat Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan Kemendag tersebut yakni meningkatkan stabilitas ekonomi Sumsel, catatan ini menjadi salah satu penunjang percepatan realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

PR lainnya kata Permana yakni menyiapkan dan menstabilkan harga, peningkatan eksport, diplomasi secara nasional dan internasional untuk perdagangan internasional dan melakukan strategi kebijakan guna mendukung tiga poin tersebut.

Menurutnya, untuk peningkatan ekspor barang dari Sumsel sendiri, tahun ini ditargetkan bisa terpenuhi. Hal ini mengingat, banyak Sumber Daya Alam (SDA) berkualitas yang ada di Sumsel, salah satunya produksi karet.

Ia mengatakan, karet adalah produk ekspor terbesar dari Sumsel. Namun untuk menunjang peningkatan ini, para eksportir harus memikirkan untuk menyeleksi karet rakyat lebih selektif.

“Pangsa pasar harus sesuai dengan kualitas, agar mempunyai daya saing. Karena kita punya kriteria karet yang bagus. Bahkan 60 negara menjadi importir karet kita, seperti Eropa dan Polandia,” kata Permana, kemarin.

Tindakan tegas terangnya, akan dilakukan Disperindag kepada eksportir nakal. Salah satunya yaitu tidak akan menandatangani izin ekspor, kepada eksportir yang sudah diberikan tiga kali peringatan.

Selain tindakan kepada eksportir nakal, untuk mendapatkan hasil karet berkualitas, Disperindag juga tak segan-segan untuk menindak para tengkulak agar sistem penyaluran karet jadi lebih cepat dan tidak berantai.  Dengan menjalankan empat tugas tersebut, Permana optimis, bisa mengejar target realisasi dalam waktu dekat agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Permana juga menyinggung mengenai Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) yang sudah melampaui standar nasional sebesar 23 persen. Dengan jumlah tersebut, Sumsel sudah masuk dalam kategori kelompok finansial mandiri.

Meski demikian, Disperindag terangnya, tidak akan berbesar diri mengingat pihaknya menargetkan peningkatan operasional bisa mencapai 30-35 persen per tahun. “Semakin besar pajak daerah, maka akan semakin mandiri suatu daerah,” urainya.

 

Peningkatan PAD ini sambungnya, memang baru diakumulasikan untuk 15 kabupaten/kota dan tidak termasuk kabupaten pemekaran seperti Pali dan Muratara. Untuk itulah, dalam waktu dekat Disperindag akan menyiapkan fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM) Disperindag Pali dan Muratara. “Kantornya sudah siap, SDM nya yang akan dilantik, yaitu kepala UPTD dan perangkat daerah,”  tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster