150 Angkutan Umum Terjaring Razia

 223 total views,  2 views today

INDRALAYA – Sebanyak 150 angkutan umum termasuk anggkutan gelap (Travel gelap) terjaring razia gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi, Dishub Ogan Ilir dan Unit Lantas Polres OI.

Dari jumlah tersebut, 30 kendaraan ditilang termasuk travel gelap yang kerap beroperasi di Jalintim Palembang-Kayuagung.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Musni Wijaya, S Sos MSi melalui Kasi Oprasional, Yanuar Syaprin, mengarakan, tujuan razia tersebut untuk mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas dijalan tentang persyaratan laik jalan kendaraan bermotor.

“Selain itu juga meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan penertiban pelanggaran perizinan dokumentasi perjalanan angkutan orang atau barang,” ujarnya, Senin (24/3), kemarin.

Ia menambahkan, razia tersebut  dilakukan selama dua hari di Kabupaten Ogan Ilir. “Sebelumnya juga, kita sudah melakukan di dua Kabupaten, Banyusin dan Musi Banyuasin, dan sekarang Ogan Ilir,” tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Yanuar, kegiatan yang dilakukannya adalah tahap pertama, dimana baru dilakukan 7 Kabupaten/Kota. “Tujuh Kabupaten itu seperti, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, OKU Induk, dan Prabumulih,” bebernya.

Sambungnya, dalam kegiatan ini, pihaknya menerjunkan 40 anggota yang terdiri dari, Dishub Provinsi, Disahub Ogan Ilir, Polres, dan dibantu TNI. “Yang pasti daerah tersebut mempunyai kompetensi PPNS dan penguji dibidang LLAJ,” imbuhnya.

Dalam razia yang digelar hari ini (kemarin), pihaknya menjaring 150 kendaraan umum. “Yang kita tilang 30 kendaraan termasuk travel gelap, dan ini kita peringati, jika masih mengulangi, kendaraan akan dikandangkan,” tegasnya.

Disinggung berapa banyak truk batu bara yang ditilang, pihaknya mengaku ada puluhan truk, dan kesemuanya itu diminta balik kanan (putar balik). “Kita tilang, dan kita minta pulang mereka,” katanya yang tidak menyebut berapa banyak truk batu bara yang ditilang.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Mutarsyah menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, dalam razia tersebut, kendaraan yang melanggar rata-rata didominasi angkutan besar.

“Ya seperti trailer, fuso, dan truk, rata-rata kesalahan mereka memiliki surat menyurat yang kadaruarsa. Ada lagi, kendaraan besar yang tidak memiliki  plang atau pagar disamping kanan kiri kendaraannya,”  ujarnya.

 

TEKS : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster