Terminal Talang Ubi Masih Kekurangan Bak Sampah

 220 total views,  2 views today

PALI – Kendati masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan, namun dukungan dinas terkait juga dinilai sangat penting. Apalagi menyangkut sarana kebersihan seperti bak sampah.

Soal bak sampah, di dalam kawasan  sangat membutuhkan bantuan sarana pembuangan tersebut.

Warga di areal terminal termasuk pemilik toko/ usaha dalam areal terminal tersebut mengalami kesulitan untuk bisa membuang sampah, baik itu organik maupun non organik. Alhasil, karena belum tersedianya bak sampah yang tersedia khusus di dalam terminal, sehingga warga disana membuang sampah ke sebuah sumur dalam terminal itu.

“Bak sampah tidak ada. Jadi warga disini kebiasaan membuang sampah di sumur itu. Kami minta instansi terkait meletakkan bak sampah atau kereta dorong di kawasan ini. Mudah-mudahan dengan adanya bak sampah itu membuat warga lebih sadar akan arti kebersihan lingkungan,” kata Rojani, salah seorang pemilik usaha foto copy di Terminal Talang Ubi.

Kata dia, sampai sekarang ini, warga di areal terminal tiap hari membuang sampah di sumur itu. Nah, dengan kerap berlimpah dan berserakannya sampah itu, tentunya kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan keindahan terminal ini sendiri setiap hari. Sebab, letak sumur yang berubah fungsi menjadi tempat sampah ini berada di tengah-tengah areal terminal.

Senada disampaikan Narlis (42), warga lr Asrama. Menurutnya, akibat tidak adanya bak sampah itu, membuat warga malas membuang sampah pada tempatnya. Akhirnya sampah-sampah yang telah dibungkus dalam kantong plastik, ataupun dimasukkan ke dalam kardus, dipelantingkan kesana (ke dalam sumur).

Lanjutnya, tidak ada yang melarang dan tidak ada yang akan marah. Terlebih, sumur tersebut sejak dua tahun belakangan sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. “Sumur tersebut sudah lama ada, sejak terminal ini dibangun. Persisnya saya kurang tahu. Namun yang jelas, sudah dua tahun terakhir sumur tersebut sengaja tidak lagi difungsikan,” bebernya.

Ia menambahkan, dulunya sumur tersebut aktif dan ada airnya. Warga pun kerap memanfaatkan airnya untuk berbagai keperluan. Hanya saja, lama-kelamaan, seiiring dengan ramainya aktivitas di terminal, membuat keberadaannya yang tepat di tengah-tengah terminal dinilai mengganggu dan meresahkan.

“Ada yang menggunakannya untuk mencuci mobil, sehingga kawasan terminal menjadi basah dan becek. Bahkan airnya kadang merembet ke toko kami. Makanya sumur tersebut sekarang sudah ditutup, itu sengaja. Lihat sendiri. Dan sekarang jadi tempat sampah,” tuturnya.

 

Teks/Foto    : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster