Sungai Enim – Lematang Keruh Diluar Batas Normal

 542 total views,  2 views today

MUARA ENIM – Sungai enim dan lematang dipastikan mengalami kekeruhan diluar batas normal. Malah kekeruhan tersebut lebih besar dari batas normal mencapai 2500 ntu (nepleumetrik) dari tingkat kekeruhan normal berkisar 800 sampai 900 ntu. Kekeruhan itu berisi lumpur – lumpur pekat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PDAM Lematang Enim melalui Kepala PDAM Lematang Enim Cabang Muara Enim, Toni, Minggu (23/3).

“Dengan adanya kekeruhan air sungai ini, PDAM Lematang Enim Cabang Muaraenim melakukan penggunaan tawas menjadi naik 2 x lipat lebih dari normal. Tentunya berakibat pada kekeruhan air tinggi, baik saat masih di bak prasedementasi PDAM Lematang Enim maupun saat telah terdistribusikan ke pelanggan,” tuturnya.

Menurut Toni bahwa secara kasat mata dilihat sumber pencemaran air sungai, baik sungai lematang maupun Sungai Enim disebabkan kemungkinan pencemaran dihulu sungai. Dan kemungkinan pula bisa disebabkan dari kegiatan tambang. Menurutnya, selama ini limbah perusahaan langsung dibuang ke sungai tanpa memikir dampak negatifnya.

Seharusnya, kata dia, sebelum mencapai sungai, pihak perusahaan membuat kolam tes beirisi ikan. Setelah, limbah masuk kekolam ikan itu, kan bisa diketahui mati atau tidak.

“Jangan asal buang limbah, tes ikan dulu. Dan tidak langsung buang saja. Namun yang pasti, dilarang membuang limbah apapun ke sungai yang sifatnya membahayakan kelestarian sungai,” tegasnya.

Ditambahkannya, menyikapi hal ini pihaknya berupaya menambah bak prasedementasi dan peningkatan penggunaan tawas. Dengan harapan air yang terdistribusikan ke pelanggan – pelanggan jernih dan bersih serta sehat.

Masih menurut Toni, pihaknya menargetkan tahun 2020 melalui pembangunan bertahap kemungkinan besar pada tahun 2020 mendatang Kabupaten Muaraenim dapat  mendistribusikan air ke pelanggan selama 24 jam. Selama ini di Indonesia baru terealisasi di wilayah Provinsi Jawa Barat seperti Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan wilayah penggunungan lainnya yang bisa mendistribusikan air selama 24 jam. “Itupun langsung dialirkan dari sumber mata air langsung,” ulasnya singkat.

Kondisi kekeruhan air distribusi PDAM Lematang Enim, dirasakan Hafiz, warga Muaraenim, pelanggan perusahaan air minum milik Pemkab Muaraenim ini. Menurutnya, kualitas air dari PDAM sangat menyulitkan pelanggan. Disamping kulitas airnya cepat keruh, diakuinya setiap 2 hari sekali terpaksa bak kamar mandi dikuras. Dikarenakan lumpur yang dibawa aliran air telah mengendap kebawah dalam bak mandi.

“Capek pak, kesal nian rasanya, kuras bak terus. Dan terus air terbuang banyak. Tolong nian PDAM segera cari solusi terbaiknya, kalo seperti ini terus kami merasa dirugikan,” ungkapnya.

 

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster