Sebagian Lahan Masjid Sriwijaya Bermasalah

 424 total views,  2 views today

 

Maket Masjid Sriwijaya | Ist

Maket Masjid Sriwijaya | Ist

PALEMBANG – Gubernur Sumsel menginginkan pembangunan Masjid Sriwijaya dipercepat. Namun sayang dari total lahan yang dihibahkan Pemprov Sumsel seluas 16 hektar, untuk pembangunan masjid tersebut, ada 4.943 meter lahan diklaim milik masyarakat.

Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sumsel, Edward Chanda mengakui, ada puluhan masyarakat yang mengkalim lahan seluas 4.943 meter untuk pembangunan Masjid Sriwijaya milik mereka. Sebab itu, pihaknya akan melakukan verifikasi ke lapangan.

”Kita akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan atas apa yang mereka tuntut,” ujarnya.

Sebelum melakukan pengecekan, lanjut dia, pihaknya telah meminta kepada masyarakat yang mengklaim lahan tersebut untuk melengkapi dokumen kepemilikan lahan tersebut.

“Mereka masih melengkapi dokumen. Setelah lengkap, kita akan susun jadwal untuk melakukan pengecekan ke lapangan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tim terkait,” bebernya.

Edward mengungkapkan, masyarakat menuntut ganti rugi lahan di kawasan yang akan dibangun Masjid Sriwijaya tersebut.

”Mereka minta ganti rugi lahan. Tapi kita lihat dulu bukti kepemilikan lahan tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta perusahaan-perusahaan besar yang berada di Sumatera Selatan menyisihkan dananya untuk membantu agar dapat mempercepat rencana pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang diestimasikan menelan dana sebesar Rp 1,2 triliun.

Menurut Alex, rencana pemprov membangun masjid termegah se Asia tersebut bukanlah hal mustahil. Di lokasi Masjid Raya Sriwijaya tersebut juga akan dibangun Universitas Islam Negeri Raden Fatah dan pusat pengkajian Islam.

”Panitia juga terus melakukan upaya pencarian sumber dana. Seperti ke masyarakat umum, instansi yang ada di pemerintahan, BUMN yang beroperasi di Sumsel, para pengusaha, sumber dana dari negara sahabat khususnya Timur Tengah, Brunei Darrusalam, dan Malaysia.  Kemudian, sumber dana dari masyarakat Sumsel yang tersebar di luar Sumsel (lintas daerah), serta majelis taklim dan organisasi sosial lainnya,” pungkasnya.

 

TEKS : IMAM MAHFUZ

EDITOR : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster