Kades Laporkan PT PBT ke SKK MIGAS

 1,227 total views,  4 views today

Tumpahan Minyak yang ditimbun PT TBT di sumur BKT-52 Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi, saat hujan masih mengalir ke sungai.

Tumpahan Minyak yang ditimbun PT TBT di sumur BKT-52 Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi, saat hujan masih mengalir ke sungai.

PALI – Berlarut-larutnya proses penyelesaian ganti rugi terhadap lahan salah gusur milik warga oleh PT Techwin Benakat Timur (PT TBT) membuat Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  mengadukan masalah ini ke Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas selaku pemangku kepentingan perusahaan migas yang ada di republik ini.

“Penyelesaiannya belum jelas meskipun sudah diberitakan oleh media. Sekarang kita surati saja SKK Migas dan Distamben LH,” kata Mustika, Kepala Desa, Sukamaju, kepada KabarSumatera, Minggu (23/3).

Menurut Mustika, sebenarnya pihaknya lebih menyukai penyelesaian secara kekeluargaan. Bahkan dirinya sudah memfasilitasi pertemuan dengan kedua pihak. Namun meskipun sudah memasuki bulan kelima, penyelesaiannya masih menemui jalan buntu. Karena itu pihaknya minta pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Mulanya kita berharap ada penyelesaian secara persuasif, tapi ternyata tidak berhasil. Padahal jelas-jelas, warga kami dirugikan. Tanah milik warga digusur tanpa permisi tapi tidak diberikan ganti rugi yang layak. Kita tidak mungkin mengabaikan aspirasi warga. Karena warga ngotot ingin diselesaikan, terpaksa kita berikan solusi dengan membawa masalah ini ke SKK Migas,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebocoran pipa minyak di sumur BKT-52 desa Sukamaju kecamatan Talang Ubi sudah mencemari lahan milik warga dan sungai Setuntung yang menjadi sumber penghidupan warga desa Sukamaju. Untuk mengatasi tumpahan minyak mentah bercampur air asin itu, pihak perusahaan melakukan penggalian sebagai tempat penampungan tumpahan minyak. Saat melakukan penggalian tersebut, karena kondisi darurat pihak perusahaan terpaksa menggusur lahan milik Hendri, warga Desa Sukamaju seluas 10x14meter.

Tumpahan minyak yang terlanjur menggenangi sungai, PT TBT telah menyerahkan pembersihannya kepada PT ARMI, sebuah perusahaan spesialis penanganan limbah minyak.

Namun penanganan limbah ini, dikecam juga oleh warga. Hendri yang lahannya terkena gusuran menganggap cara penanganan limbah itu salah. Karena minyak yang ditampung dalam lubang tidak disedot menggunakan Vacuum Truck. Melainkan ditimbun begitu saja. Akibatnya ketika hujan turun, minyak naik kepermukaan tanah dan dibawa hujan mengalir ke sungai. Dan sampai saat ini tumpahan minyak kembali mengaliri sungai Setuntung.

“Seharusnya minyak yang ada dilubang itu disedot dulu. Bukan langsung ditimbun. Bapak lihat saja genangan minyak masih mengalir ke sungai,” jelasnya.

Mustika, kepala desa Sukamaju menyesalkan cara penangan seperti ini. “Kalau begini caranya, mending diganti perusahaan lain saja untuk mengelola migas disini. Ini namanya sudah merusak,” jelas Mustika.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster