Dinsos Buka Enam Ribu Kuota Peserta Askesos

 279 total views,  2 views today

askoskes

PALEMBANG – Dinas Sosial (Dinsos) menargetkan untuk melakukan penambahan sebanyak 6.000 peserta Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) pada 2014 ini.

Penambahan kuota ini dinilai, cukup mengakomodir masyarakat yang bekerja di sektor informal untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan sosial.

Kadinsos Sumsel, Apriadi menegaskan, hingga saat ini, jumlah peserta Askesos mencapai 24.000 jiwa. Tak tanggung-tanggung, Dinsos sebenarnya menargetkan penambahan hingga dua kali lipat menjadi 70.000 jiwa.

Namun, karena keterbatasan dana anggaran, usulan tersebut hanya terealisasi 6.000 kuota saja.

Menurutnya, program bantuan Askesos ini sengaja digulirkan oleh pihaknya untuk menjamin para pekerja sektor informal yang saat ini terbilang masih sangat minim perhatian dari sektor lain. “Klaim dari program ini, dana yang diberikan sebesar Rp21 juta untuk yang meninggal karena sakit dan Rp38 juta untuk yang meninggal saat sedang bekerja,” tegasnya.

Melalui program ini, diharapkan para ahli waris atau pun pihak keluarga dari pekerja sektor informal tidak terlalu kesulitan untuk memulai pekerjaan baru.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Bantuan Jaminas Sosial (Banjamsos) Dinsos Sumsel, Sumarwan menegaskan, saat ini masih terdapat sekitar 1,3 juta jiwa pekerja sektor informal yang berpotensi untuk menjadi peserta Askesos.

“Pada 2013 lalu yang dijamin melalui dana dekonsentrasi. Dana ini diberikan dari pusat ke daerah atau instansi yang bersangkutan,” jelasnya.

Dinsos Sumsel sendiri menggandeng pihak ketiga, dalam hal ini Asuransi Jiwasraya selaku mitra untuk pencairan dana klaim tersebut. Agen Pertanggungan Kumpulan (PK) Asuransi Jiwasraya, Afrita Monalisa menegaskan, proses klaim asuransi bagi para pekerja sektor informal ini terbilang mudah dan singkat.

“Waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama jika berkas dari peserta Askesos ini lengkap. Setelah melalui proses, membutuhkan waktu 5-7 hari untuk proses pencairan dana. Selanjutnya, ahli waris bisa menerima dana itu untuk digunakan sesuai dengan keperluannya,” tegas dia.

Hal yang sama juga ditegaskan Perwakilan Lembaga Wanita Peduli Sriwijaya, Merry. Sebagai salah satu Pendamping Masyarakat, pihaknya siap membantu dan melakukan kontrol di lapangan. Tujuannya, agar program ini tepat sasaran.

“Tak hanya itu, selain ke lapangan, peserta kita juga bisa melaporkan langsung kalau ada keluarganya yang mendapat musibah (meninggal) dan semuanya akan langsung kita proses,” pungkasnya.

 

TEKS : IMAM MAHFUZ

EDITOR : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster