Waspada, Daging Mengandung Cacing

 105 total views,  3 views today

INDERALAYA – Masyarakat nampaknya harus lebih berhati-hati, saat hendak membeli daging sapi. Pasalnya diduga saat beredar daging sapi yang banyak mengandung cacing pita dan cacing hermonpos kontartus.

Dikutip dari medkes.com, setidaknya ada lebih dari tiga puluh jenis penyakit pada manusia yang disebabkan oleh cacing pita. Infeksi yang disebabkan oleh cacing pita, dikenal dengan Taeniasis. Bila manusia, sudah terinfeksi oleh cacing pita maka bisa menyebabkan anemia, yang menyebabkan perasaan lemah, letih, lesu, lekas lelah dan mudah mengantuk.

Kemudian, lubang anus gatal, mual, muntah, pusing, sakit kepala, lekas lapar namun tidak selera makan, diare, susah buang air besar, berat badan terus menurun, lambung tidak nyaman, otot terasa pegal, sakit pada bagian perut, gangguan pernafasan, kejang-kejang, demam, dan rasa gatal pada kulit,

Kemungkinan beredarnya daging sapi bercampur cacing ini menurut Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ogan Ilir (OI), H Bardul Jamali melalui Kepala Seksi (Kasi) Perbibitan dan Tekno Pakan Ternak, drh Weni, sangat mungkin terjadi.

Sebab di Sumsel khususnya OI, beriklim basah. Sehingga cacing mudah hidup. Biasanya jelas dia, cacing pita hidup dibagian hati sapi. Sementara cacing hermonpos kontartus, hidup dibagian paru-paru. “Karenanya masyarakat kita himbau, untuk berhati-hati saat membeli daging sapi. Sebaiknya periksa dulu, kondisi daging tersebut sebelum dibeli,” himbaunya.

Ia menerangkan, untuk mengetahui apakah daging sapi yang dibeli masyarakat tersebut mengandung cacing atau tidak, bisa diketahui dengan cara bagian hati sapi dibelah. Jika terlihat mengeras dan berwarna hitam maka sapi tersebut mengandung cacing.

“Sementara sapi yang mengandung cacing, bisa dilihat dari badan yang kurus. Biasanya walau makannya banyak, badan sapi tersebut tidak gemuk. Kemudian, bulu sapi rontok dan kusam. Sementara pada bagian mata, terus meler seperti menangis, sering diare, kotorannya lembek bahkan didalam kotoran sering terdapat cacing,” bebernya.

Ia menerangkan, masyarakat yang hendak membeli daging membeli daging yang digantung. Sebab biasanya daging yang digantung, tidak bercampur air dan minim bakteri. “Daging yang bercampur air ini, sangat berbahaya jika dikonsumsi. Sebab parasit internal dalam otot daging itu, bisa menyebabkan keguguran pada wanita hamil, anak yang dilahirkan bisa berpenyakit hedrosepalus, berpengaruh pencernaan, sperma mati (mandul), hingga lambat laun bisa menyebabkan kematian lantaran serapan asupan gizi yang minim pada tubuh,” ujarnya seraya menyebut, kalau pun terlanjur membeli daging yang mengandung cacing sebaiknya kata dia, daging itu dimasak dengan suhu 100 derajat celcius.

 

TEKS          : JUNAEDIABDILLAH

EDITOR       : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster