Terhambat Sistem Year to Year, Fly Over Dalam Proses Tender

 250 total views,  2 views today

Terancam Molor -Tampak kepadatan kendaraan ketika melintas di sekitar proyek pembangunan flyover, beberapa waktu lalu.Kurangnya anggaran membuat pembangunan ini terancam molor dari target.| Foto : Bagus Kurniawan

Terancam Molor -Tampak kepadatan kendaraan ketika melintas di sekitar proyek pembangunan flyover, beberapa waktu lalu.Kurangnya anggaran membuat pembangunan ini terancam molor dari target.| Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Dinas PU Bina Marga (BM) Sumsel mengaku sedikit resah, terkait pembangunan fly over Simpang Jakabaring. Pasalnya, mekanisme penganggaran yang year to year menghambat jalannya pembangunan. Sehingga Dinas PU BM, harus kembali melakukan penganggaran untuk kembali menentukan kontraktor.

“Kedepan memang harus multi years, agar pada awal 2015 nanti sudah bisa diselesaikan. Sehingga kemacetan di Jembatan Ampera, dapat sedikit teratasi,” kata Kepala Dinas PU BM Sumsel, Rizal Abdullah, Kamis (20/3).

Ia mengaku, Dinas PU BM tak berani melakukan penunjukkan langsung (PL) kepada pemenang tender tahun kemarin. Meski memang keadaan seperti ini, sedikit menghambat karena harus terhenti di tengah jalan. “Kita tak bisa tunjuk langsung, meski dana ini murni berasal dari APBD,” tegasnya.

Disinggung mengenai proses tender, Rizal membeberkan, saat ini pihaknya tengah melakukan hal tersebut. Ia berharap tahapan ini bisa selesai secepat mungkin sehingga pembangunan bisa cepat pula. “Tender sedang berlangsung sekarang,” terang dia.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri menambahkan, kontraktor pembangunan tahap pertama proyek fly over Simpang Jakabaring, PT Wijaya Karya (PT Wika) memiliki peluang besar untuk kembali memenangkan tender tahap kedua proyek tersebut.

Mereka berpeluang lantaran sudah melakukan pengerjaan terlebih dahulu. Oleh karena itulah kan besar didapatkan PT Wika untuk kembali meneruskan pekerjaannya. “Salah satu biaya yang besar dalam proyek, adalah pemindahan alat-alat berat. Nah, alat mereka sudah disana jadi setidaknya itu bisa memangkas biaya pemindahan alat,” terang Ruslan.

Diakui Ruslan, pembangunan dengan skema year to years memang cenderung memakan waktu yang lebih lamban. Pasalnya, pembangunan haruslah mengikuti mekanisme anggaran yang ada. “Jadi, ditahap kedua mereka harus menunggu tender lagi, baru bisa bekerja lagi,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut dia, proyek ini dilakukan dengan skema multi years, sehingga tak ada waktu yang terbuang. Hanya saja, ada beberapa tahap dulu yang harus dilalui agar proyek tahun jamak itu bisa dilakukan. “Memang itu agak sedikit menghambat jadi saya mencoba untuk mendiskusikan agar proyek dibuat dengan sistem multi years,” jelasnya.

Pejabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan fly over Simpang Jakabaring, Dinas PU BM Sumsel, Joko Saputro dibincangi terpisah menyebut, pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 95 miliar, “Dana itu, akan dipergunakan untuk pembangunan tahap kedua. Dana itu akan dipergunakan untuk pembangunan tiga pondasi (3 titik P) dan bagian atas jembatan,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster