Terbukti Simpan Satu Paket Sabu Dr Farid Hanya Divonis Ringan

 223 total views,  2 views today

BATURAJA – Vonis ringan yakni empat bulan penjara diberikan majelis hakim Pengadian Negeri (PN) Baturaja, terhadap mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dr Farid Fairuzi (55), Kamis (20/3).

Vonis itu diberikan majelis hakim yang di ketuai Efianto D,SH, MH, kepada warga Jalan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura tersebut karena dianggap terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat 1, Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2001 tentang Narkotika.

Farid sendiri, Selasa (26/11/2013), diamankan anggota Sat Narkoba Polres OKU saat sedang mengendarai mobil jenis Xenia. Saat melintas di Jalan Dokter Moh Hatta, Kelurahan Kemala Raja, Kecamatan Baturaja Timur, kendaraanya dihentikan petugas.  Saat kendaraanya digeledah, petugas mendapatkan satu pekat hemat sabu-sabu di dalam kendaraanya.

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 127 ayat 1, UU Nomor 23 tahun 2001 tentag Narkotika. Menjatuhkan vonis pidana empat bulan penjara kepada terdakwa, “kata ketua majelis hakim membacakan putusannya, kemarin.

Dengan vonis tersebut, otomatis dokter yang masih aktif berpraktik di Palembang ini langsung menghirup udara bebas. Vonis ini, sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Depati Herlambang.

Walau pun begitu,  jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Baturaja itu tidak mengajukan banding. “Kita pelajari dulu putusannya, namun sampai saat ini belum ada rencana untuk banding,” kata Depati yang diincangi usai persidangan.

Ringannya vonis yang diberikan majelis hakim PN Baturaja itu, mendapat kritik pedas dari Sriwijaya Coruption Watch (SCW) OKU. Pengurus SCW OKU, Anrizal menyebut vonis itu tidak memberikan efek jera kepada pengguna maupun pengedar narkoba di OKU.  “Kalau vonisnya empat bulan, sangat ringan. Wajar saja jika pengguna narkoba di OKU, terus meningkat,” sesalnya.

Alasan majelis hakim menjatuhkan hukuman empat bulan penjara, kepada dr Farid karena ia memiliki surat rehabilitasi menurutnya, tidak bisa diterima. “Ya, orang seperti dr Farid yang memiliki cukup uang, tentu bisa mendapatkan surat rehabilitasi tersebut. Tetapi bagaimana dengan pengguna narkoba yang miskin, tentu tidak bisa mendapatkan surat sakti itu,” ucapnya.

Ia menerangkan, lima menit sebelum majelis hakim membacakan putusan terhadap dr Farid, di pengadilan yang sama majelis hakim PN Baturaja menjatuhkan hukuman sembilan bulan penjara kepada Sendi. “Ia dijatuhi sembilan penjara, dalam kasus kepemilikan narkoba. Sendi juga, adalah pengguna narkoba sama seperti dr Farid. Kenapa ia dijatuhi hukuman lebih berat dibandingkan dr Farid,” tanyanya.

Inilah tudingnya, sebagai potret buram penegakan hukum di Indonesia. “Ini harus jadi perhatian bagi penegak hukum di Indonesia. Jangan hanya karena terdakwa memiliki uang, maka hukum menjadi tumpul,” tukasnya.

TEKS              : MUSLIM

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster