Pendaftaran JCH Sementara Ditunda

 204 total views,  2 views today

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

PAGARALAM – Tahun 2014, untuk sementara waktu pendaftaran menjadi jemaah haji terpaksa tidak dilayani. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pagaralam Drs H Ramlan Fauzi melalui Kasubag TU Drs HA Nizom, Kamis (20/3).
Dikatakan Nizom, adanya surat edaran dari Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan peluncuran dan pembenahan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Generasi 2 (Siskohat generasi 2) membuat pendaftaran tersebut ditunda.

“Saat ini ada pembenahan sistem komputerisasi haji, sehingga beberapa bank yang ditunjuk menerima setoran awal ongkos haji belum bisa menerima atau melayani input data pendaftar haji,” kata Nizom.

Lanjutnya, kendala ini sudah berlangsung sejak 5 Maret 2014 dan baru akan diketahui jika sudah ada pemberitahuan atau edaran lebih lanjut mengenai kapan penyetoran awal ke bank yang ditunjuk bisa dilakukan.

“Bagi para calon pendaftar jemaah haji diminta untuk bersabar dan menunggu pemberitahuan selanjutnya,” terang Nizom seraya berkata diketahui sistem baru ini adalah system berbasis web, sehingga ada beberapa pengembangan yang dilakukan dalam website haji generasi kedua ini.

Kendati demikian, guna mendukung transparansi keuangan, website ini juga menampilkan laporan-laporan keuangan penyelenggaraan ibadah haji.

“Laporan keuangan ditampilkan dalam website ini agar publik lebih mudah untuk tahu. Semua ini dilakukan agar dapat mewujudkan pelayanan yang lebih transparansi lagi,” jelasnya.

Selain itu, website haji ini juga menyajikan layanan pengecekan porsi yang bersifat realtime. Dengan memasukan nomor porsi, setiap jamaah haji yang sudah mendapaftar dan memiliki nomor porsi dapat mengecek dan membuka informasi tahun keberangkatan. Dalam website ini juga sudah tersaji daftar Panitia Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU). Harapannya, setiap jamaah yang akan beribadah umrah dapat memperoleh informasi apakah travel agency penyelenggaranya sudah terdaftar di Kementerian Agama atau tidak.

“Kalau ada paket penawaran umrah, jamaah dapat melakukan pengecekan apakah travelnya sudah terdaftar atau belum di Kementerian Agama,” tambahnya.

Lebih jauh ia mengatakan, setiap jamaah yang memilih haji tamattu atau mendahulukan umroh, baru kemudian melaksanakan ibadah haji diwajibkan membayar denda atau dam. Mulai tahun ini pemerintah akan membayar dam secara kolektif. Dananya diambil dari pengoptimalan setoran awal atau biaya penyelenggaraan ibadah haji.

“Denda tahun ini diperkirakan sebesar 500 real atau sebesar Rp1,5 juta,” ujarnya.

 

TEKS : ANTONI STEFEN
EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster