KPK Bakal Tetapkan Tersangka Baru, Romi Mengaku tidak Cemas

 308 total views,  2 views today

Romi Herton Walikota Palembang

Romi Herton Walikota Palembang

PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi (MK). Tersangka baru ini, kemungkinan para pemberi suap kepada mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

Dalam kasus sengketa pemilukada di MK yang ditangani Akil Mochtar tersebut, ada sejumlah nama kepala daerah yang disebut. Diantaranya, Wali Kota Palembang Romi Herton dan Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri.

Walaupun begitu, Wali Kota Palembang, Romi Herton mengaku tidak cemas. Dimintai komentarnya dengan pernyataan Ketua KPK, Abraham Samad tersebut, Romi dengan santai menanggapinya. “Saya patuh hukum, kita tunggu saja,” kata Romi, Kamis (20/3).

Menurut orang nomor satu di kota metropolis ini, ia akan bekerja seperti biasa. Soal bakal ditetapkannya kepala daerah yang menyuap Akil sebagai tersangka, Romi mengaku tidak akan terpengaruh dengan kerjanya sebagai Wali Kota Palembang.   “Kalaupun saya dipanggil, saya akan datang. Sekarang kita fokus bekerja, tidak akan mempengaruhi kinerja saya,” tegasnya.

Sebagai informasi, Ketua KPK, Abraham Samad, Rabu  (19/3) menyebut KPK akan menetapkan tersangka baru, yang berperan sebagai pemberi suap terhadap mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

“Pemberinya yang hampir sebagian besar adalah penyelenggara negara, bupati dan lainnya. Sekarang tim penyidik KPK, sedang mendalami. Insya Allah tidak lama lagi para pemberi dalam kasus Akil itu, akan diputuskan sebagai tersangka,” kata Abraham Samad di kantor KPK, seperti dikutip republika.co.id.

Ia menegaskan, dalam waktu satu sampai tiga hari ke depan, pimpinan KPK akan mengadakan gelar perkara. Ia memastikan, tersangka pemberi suap Akil, berjumlah lebih dari satu. “Dalam beberapa hari kedepan, kita akan ekspose siapa yang menjadi tersangka. Tersangkanya pasti lebih dari satu,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan Akil, disebut sejumlah perkara Pemilukada yang bergulir di MK. Antara lain, Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Pilkada Kabupaten Lebak, Pilkada Kabupaten Empat Lawang, Pilkada Kota Palembang, dan Pilkada Lampung Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam surat dakwaan disebut ada aliran dana sekitar Rp 19,8 miliar yang diduga diberikan kepada Akil melalui Muhtar Ependy. Diduga dana itu berasal dari Romi Herton yang mengajukan gugatan ke MK. Romi Herton-Harno Joyo kalah dalam hasil pemungutan suara dari pasangan Sarimuda-Nelly Rasdana.

Berdasarkan hasil penghitungan suara ulang di MK, pasangan Romi-Harno ternyata menjadi pemenang dan akhirnya ditetapkan sebagai pasangan terpilih. Kemudian terkait sengketa Pilkada Empat Lawang, diduga ada dana aliran dana senilai Rp 10 miliar plus 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS) yang mengalir ke Akil.

Diduga aliran dana itu juga berasal dari Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri. Budi dan pasangannya Syahril Hanafiah mengajukan gugatan ke MK setelah kalah suara dari Joncik Muhammad-Ali Halimi. Dalam perkara ini, diduga ada uang suap yang mengalir ke Akil.

Nama eks Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah juga terseret. Dalam surat dakwaan, Amir yang maju dalam pencalonan menjadi Bupati mengajukan gugatan ke MK. Amir diduga mengetahui adanya janji senilai Rp 3 miliar yang akan diberikan kepada Akil. Terkait kasus ini, penyidik menyita barang bukti Rp 1 miliar. KPK kemudian menetapkan Akil, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), dan advokat Susi Tur Andayani sebagai tersangka

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster