BNN : Rokok Gerbang Masuk Narkoba

 226 total views,  2 views today

BNN

Achmad Junaidi memberikan penjelasan bahaya narkoba kepada pelajar di kecamatan Penukal Kab PALI di Desa babat (20/3/2014)

PALI – Narkotika, Prikotropika dan Zat Adiktif atau lebih dikenal dengan sebutan narkoba adalah ancaman terhadap generasi muda.

Dari narkoba inilah bisa berakibat pada kerusakan mental dan jaringan syaraf, bahkan tidak jarang berujung pada kematian. Selain itu, narkoba juga bisa menyebabkan penularan HIV/Aids akibat penyalahgunaan peralatan untuk mengkonsumsi narkotika.

Salah satu pintu masuk atau gerbang masuk bagi seseorang untuk menjadi pecandu narkoba adalah merokok. Karena itulah, para pelajar diminta untuk menghindari rokok.

Demikian salah satu materi penyuluhan yang disampaikan Achmad Junaidi dari BNN Kota Prabumulh dihadapan 200 siswa SLTP dan SLTA sekecamatan Penukal di Gedung Serba Guna Desa Babat, Kamis (20/3), kemarin.

“Bagi para pelajar seperti adik-adik ini, salah satu pintu masuknya adalah merokok. Setelah kecanduan merokok biasanya akan mencoba minuman keras dan ganja. Setelah itu secara perlahan-lahan akan mencicipi narkoba jenis lainnya,” kata Junaidi.

Pada mulanya, menurut Junaidi, para remaja korban narkoba hanya sekedar mencicip saja. Namun karena narkoba memiliki zat adiktif yang menyebabkan kecanduan, maka secara perlahan akan membuat para remaja untuk ketagihan mencoba narkoba yang berujung pada kecanduan.

“Kecanduan atau ingin menikmati kembali narkoba itulah yang menyebabkan para remaja akan ketergantungan pada narkoba sehingga akan merubah perilaku sehari-hari bahkan membahayakan saraf dan mental,” tuturnya.

Disinggung jika seseorang sudah kecanduan, Junaidi menjelaskan, jika seseorang sudah kecanduan atau ketergantungan terhadap narkoba maka seseorang itu harus di rehabilitasi secara khusus dan biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi itu sangat mahal. “Biayanya sangat mahal. Bisa sampai Rp 4 juta perbulan,” ujarnya.

Namun demikian, BNN memiliki program Rehabilitasi Nasional. Yaitu program rehabilitasi terhadap pecandu narkoba dan dibiayai oleh Negara. “kita punya program rehabilitasi gratis. Tapi jumlahnya sangat terbatas. Karenanya, jangan sampai mencicipi narkoba apalagi sampai kecanduan,” terangnya.

Achmad Junaidi sendiri memberikan apresiasi terhadap TP PKK Kabupaten PALI yang menyediakan ruang untuk peduli terhadap bahaya narkoba ini. “Kami berikan apresiasi kepada PKK Kabupaten PALI dan Heri Amalindo, yang sangat peduli pada generasi muda dan bahaya narkoba. Buktinya penyuluhan seperti ini dilakukan secara massif di seluruh pelosok,” pungkasnya.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster