Salah Informasi, Pedagang Unjuk Rasa

 277 total views,  2 views today

Dialog antara para pedagang dan sopir dengan Ketua DPRD Kota Prabumulih Dipe Anom, Aden Thamri, Habib Essilahuddin, dan Hartono

Dialog antara para pedagang dan sopir dengan Ketua DPRD Kota Prabumulih Dipe Anom, Aden Thamri, Habib Essilahuddin, dan Hartono

PRABUMULIH – Pembangunan pasar Inpres dan Terminal Lama yang disetujui dan disepakati bersama antara Pemerintah Kota Prabumulih dengan para pedagang di Balai Karya Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara menuai pro dan kontra. Ini disebabkan para pedagang dan sopir yang tidak menyetujui berunjuk unjuk rasa dengan mendatangi kantor DPRD setempat. Mereka ingin menyampaikan aspirasi penolakan mereka terhadap pembangunan Pasar Inpres dan Terminal yang direncanakan pemerintah.

Unjuk rasa kali ini diikuti sekitar 40-an orang, dimana para pengunjuk rasa ini dengan koordinator Sugito dengan diikuti para pedagang nasi yang ada di terminal dan para sopir angkutan pedesaan yang biasa beroperasi di terminal lama kota Prabumulih dan kedatangan para pengunjuk rasa ini tidak mengadakan orasi tetapi para pengunjuk rasa langsung berdialog dengan Ketua DPRD Kota Prabumulih Ir. Dipe Anom dengan para anggota Komisi I DPRD Kota Prabumulih.

Pada dialog antara Ketua DPRD Kota Prabumulih Ir Dipe Anom dengan para pedagang nasi dan sopir angkutan pedesaan terungkap pengunjuk rasa keberatan jika dipindahkan ke lokasi sementara di lapangan Polsek Prabumulih Timur.

“Jadi kami akan tetap menolak dipindahkan,” demikian kata Nyonya Tati yang diamini Mainur.

Selain mereka ada Rudi Hartono yang enggan dipindahkan. Sebab, katanya, pedagang nasi tidak setuju dipindahkan karena masih ada pedagang pertokoan yang ada di Terminal.

Menjawab apa yang diinginkan pedagang, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ir Dipe Anom  menyampaikan, untuk mencari titik tengah dari keluhan dan aspirasi para pedagang dan sopir angdes ini, pihak DPRD Prabumulih akan menjadual ulang untuk diadakan pertemuan guna membahas pembangunan Pasar Inpres dan Terminal. Juga kebijakan yang diambil pemerintah jangan sampai merugikan satu sama lain dan dengan tidak mengurangi hak-hak yang pedagang lemah dan sebagai wakil rakyat.

“Kami akan memperjuangkan aspirasi yang akan disalurkan warga melalui DPRD Kota Prabumulih. Dan, kalau perlu kita akan mengadakan jejak pendapat untuk menentukan pembangunan pasar inpres dan terminal dan apapun hasil yang didapat dari jejak pendapat tersebut kita menghormatinya karena itu sudah menjadi keputusan bersama. Setahu kami sebagai wakil rakyat bahwa yang pertama sekali dibangun adalah Pasar Inpres. Jadi, ini ada yang salah informasi dan ini akan kita luruskan agar jangan ada kekeliruan yang merugikan para pedagang yang ada di terminal lama kota Prabumulih,”  jelas Dipe

 

TEKS : IRSAN MATONDANG

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster