PPK Himbau Pemilih Tidak Salah Coblos

 327 total views,  2 views today

PALI – Guna menekan suara tidak sah, penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempermudah pemilih dalam mencoblos atau melakukan pemungutan suara.

Sistem pemungutan suara dalam pemilu 2014 ini, akan berbeda dengan pemilu 2009 lalu. Dimana penyelengara pemilu mengembalikan cara memilih pada kebiasaan lama, yaitu mencoblos.

Berdasarkan materi Bimtek PPS dan KPPS yang akan disampaikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Talang Ubi Jumat nanti, ada beberapa contoh suara sah dan tidak sah pemilu DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten pada pemilu nanti.

“Setiap pemilih diberikan empat jenis surat suara. Yaitu, surat suara DPR RI, surat suara DPD RI, surat suara DPRD Propinsi dan surat suara DPRD Kabupaten,” ujar Ketua PPK Talang Ubi, Amiruddin, didampingi anggota PPK, M Taufiq SE, rabu (19/3).

Dalam materi Bimtek tersebut diterangkan, ada sembilan jenis penandaan suara sah. Pertama, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, suaranya dinyatakan sah untuk Partai Politik.

“Kedua, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon anggota, suaranya dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan dari Partai  Politik yang mencalonkan,” tuturnya.

Sedangkan ketiga, lanjutnya, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik, serta tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang bersangkutan, suaranya dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan dari Partai Politik yang mencalonkan.

Keempat, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, serta tanda coblos lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

“Untuk kelima, tanda coblos pada kolom yang memuat lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk calon.

Keenam, tanda coblos terletak diantara 2 calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suara untuk Partai Politik. Ketujuh, tanda coblos terletak pada GARIS kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suara untuk Partai Politik.

Kedelapan, tanda coblos terletak selain di kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik  dan nomor urut dan nama calon, namun masih satu tempat dengan kotak tersebut (berwarna abu-abu), suara untuk Partai Politik. Kesembilan tanda coblos terletak pada nomor urut calon tanpa nama, suara untuk Partai Politik.

Adapun penandaan suara tidak sah, dijelaskan Taufiq, pertama, tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut,tanda gambar, dan nama Partai Politik, Sedangkan tanda coblos calon terletak pada partai politik yg berbeda.

“ Kedua, tanda coblos terletak hampir mengenai garis pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik. Dan ketiga, tanda coblos terletak diantara kolom Partai Politik,” pungkasnya.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster