Bejat, Kakek Perkosa Cucu Hingga Hamil

 1,154 total views,  2 views today

Ilustrasi | Merdeka.com

Ilustrasi | Merdeka.com

Inderalaya – Usai sudah masa depan DN (14), untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Pasalnya, DN, yang masih berstatus siswi disalah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), kelas 2 di Pemulutan, hamil 6 bulan setelah diperiksa oleh salah satu petugas Puskesmas Pemulutan.

Tragisnya, ayah dari bayi yang dikandung siswi berparas manis warga Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir ini adalah kakeknya sendiri, Dani (75) warga Desa Rawa Jaya, Kecamatan Pemulutan.

Tidak senang dengan ulah bejat sang kakek, kerabat dan orang tuanya melaporkannya ke Polres Ogan Ilir. Selang beberapa saat, kakek ujur tersebut akhirnya dapat dibekuk Satreskrim dan Unit Perlindungan perempuan dan Anak (PPA), Polres OI.

Tidak hanya mengamankan sang kakek, petugas juga mengamankan IR (14), sepupu korban. Hal itu lantaran IR yang juga masih duduk di bangku SMP juga memperkosa korban. IR mengakui tergiur dengan korban dan tega memperkosanya.  Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya diamankan di Mapolres OI.

Informasi yang dihimpun, sang kakek pertama kali memperkosa korban pada Juli 2013 lalu dimana korban sedang berada di dalam rumah usai pulang sekolah. Entah setan apa yang ada dibenak sang kakek, pelaku langsung memanggil dan memperkosa korban. Kalah tenaga, korban tidak bisa berbuat banyak dan pasrah.

Tidak sampai disitu, diduga di bawah ancaman, pelaku kembali memaksa korban untuk kembali melakukan hubungan badan. Sejak tahun 2013 hingga 2014, sang kakek tega melakukan perbuatan asusila terhadap cucunya hingga puluhan kali.

Terbongkarnya kasus pemerkosaan tersebut saat korban memeriksa kesehatannya di Puskesmas Pemulutan lantaran sakit.

Saat diperiksa, petugas puskesmas menyatakan jika korban sedang hamil 6 bulan. Orang tua dan kerabat korban yang ada di puskesmas tersebut terkejut. Pasalnya, korban belum menikah dan masih berstatus sisiwi di Pemulutan.

Setelah didesak, korban mengaku jika yang telah memperkosa korban adalah Dani yang merupakan kakeknya sendiri. Sontak, keluarga besar korban dan tetangga terkejut mendengar pengakuan korban. Pihak keluarga langsung melapokannya ke kades dan diteruskan ke Polres OI.

Pelaku Dani, saat ditemui mengakui jika dirinya telah melakukan hubungan badan dengan korban sejak Juni 2013 lalu. “Saya melakukan itu sejak 2013 lalu. Untuk tahun 2013 sekitar 10 kali. Tapi tahun 2014 ini setiap satu minggu sekali,” ucapnya.

Disinggung mengapa memperkosa dan mengancam pelaku, sang kakek bisa menjanwab dan mengelak dirinya mengancam korban. “Saya tidak ancam dia (Korban) Pak. Tidak perkosa juga,” kilahnya.

Sedangkan IR (14), mengakui jika dirinya baru satu kali berhubungan badan dengan korban. “Saya cuma dua kali Pak. Saya nyesal Pak,” aku IR yang masih duduk kelas 1 SMP satu sekolah dengan korban.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatres AKP Suhardiman mengatakan, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban sejak 2013 lalu. “Korban baru tahu hamil saat diperiksa di puskesmas. Lalu keluarga korban melapor dengan LP/B-90/III/2014/Res OI Tgl 18 Maret,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaku terancam Persetubuhan Pasal 81 Undang-Undang NO 23 Tahun 2012 tentang perlindungan anak ancaman 15 tahun penjara.

 

Teks  : Junaedi Abdillah

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster