Romi Janji Tuntaskan Transmusi

 243 total views,  2 views today

Bis Trans Musi

Bus Trans Musi

PALEMBANG – Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi yang dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), kini diambang kebangkrutan. Transportasi massal, yang diandalkan Pemkot Palembang itu, harus menanggung kerugian miliaran rupiah perbulannya.

Walau pun begitu Wali Kota Palembang, Romi Herton berjanji tidak akan mematikan operasional Transmusi. Ia menyebut, persoalan yang ada di Transmusi akan dituntaskannya secara bertahap.

“Dalam waktu dua atau tiga bulan kedepan, saya menargetkan Transmusi tidak lagi merugi. Saat ini, rata-rata defisit Rp 11 miliar dari biaya operasional yang mencapai Rp 43 miliar,” kata Romi yang dibincangi di sela-sela melakukan sidak di Pool Transmusi di Terminal Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang, Selasa (18/3).

Menurut Romi, persoalan yang terjadi di Transmusi itu sebenarnya bukanlah persoalan yang sulit. Untuk mengatasinya tegas Romi, kuncinya harus untung. Artinya, pendapatan harus lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Sayangnya terang Romi, sejak berdiri dan operasional justru Transmusi tidak pernah untung. Income yang didapat, tidak pernah bisa menutupi biaya operasioanl. “Harusnya perusahaan yang baik, ya mendapatkan keuntungan baik itu materi maupun lainnya. Kalau tidak untung, artinya menghabiskan uang rakyat saja,” tegasnya.

Romi menyebut, saat ini ada 63 unit bus Transmusi yang rusak. Untuk bus yang rusak ringan, dilakukan perbaikan di Pool ALL. Sementara untuk bus yang rusak berat, dikirim ke bengkel lain.

Selain perbaikan bus yang rusak,  sumber daya manusia (SDM) yang ada di Transmusi jelasnya, juga perlu diperbaiki. “Karenanya pengemudi dan pramugara nya, akan kita berikan pelatihan agar lebih disiplin, jujur dan mau bekerja keras,” ujarnya.

Nantinya sambung Romi, setiap sopir akan diberikan tanggung jawab untuk mengurus satu bus. Selama ini, setiap sopir berubah-ubah bus yang dikendarainya. “Jika telah diberikan tanggungjawab satu bus, maka mereka harus bertanggungjawab sepenuhnya dengan bus itu mulai dari kondisi mesin, dan suku cadang. Kalau mereka nakal, misalnya mengganti ban sebelum waktunya dan sebagainya maka gaji nya yang akan dipotong,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Transmusi, Djoko Santoso mengatakan, dari 63 bus yang rusak saat ini 20 diantaranya sudah mulai beroperasi kembali. “Tujuh unit bus lagi, sedang proses perbaikan. Sisanya, akan diselesaikan bulan depan.  Umumnya yang rusak itu, adalah barang yang habis pakai misalnya aki, ban, pack kopling, freon AC dan dinamo,” bebernya.

Djoko juga menerangkan, ada 5 unit bus yang kondisinya rusak berat. Bus itu, adalah bus bantuan dari Kementrian Perhubungan. “Sesuai perintah wali kota, bus tersebut akan dilelang. Tetapi untuk jadwalnya belum diketahui, untuk harga lihat saja nanti,” ujarnya.

Djoko menambahkan, saat ini uang yang dikeluarkan untuk perbaikan 63 bus tersebut berkisar Rp 150 juta. “Untuk pendanaan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan PT SP2J,” tukasnya.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster