Perahu Terbalik, Sisiwi SMP Tewas Tenggelam

 428 total views,  2 views today

Puluhan warga Tempirai membantu pencarian korban ketek tenggelam

Puluhan warga Tempirai membantu pencarian korban ketek tenggelam

PALI – Perahu ketek (perahu motor) yang ditumpangi beberapa penumpang yang didominasi perempuan terbalik di Sungai Penukal Tempirai, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (18/3), pagi.

Akibat dari terbaiknya perahu motor tersebut, satu orang diketahui bernama Deti Permata Sari (15), siswa kelas VIII, SMP PGRI Tempirai, hilang. Setelah beberapa saat hilang, korban Deti berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Informasi yang dihimpun KabarSumatera, kejadian itu bermula, saat Selasa (18/3), beberapa perempuan  berangkat ke kebun untuk mengambil sayur-sayuran.

Sayuran itu rencananya akan digunakan untuk bahan masak saat hajatan salah satu keluarganya. Dengan menggunakan perahu ketek, mereka menyusuri Sungai Penukal yang dalam.

Didaerah Tempirai, warga sering membuat Langsatan. Sebuah perangkap ikan dengan membendung anak sungai. Biasanya anak sungai dibendung kemudian dibuat lubang sehingga menimbulkan air deras.

Setiba di salah satu langsatan, perahu itu diterjang aliran air deras yang berasal dari langsatan itu. “Langsatan disini banyak pak, untuk mencari ikan,” ujar salah satu warga.

Saking derasnya, perahu ketek yang ditumpangi itupun terbalik. Para ibu yang kebanyak tidak pandai berenang mendadak panik. Mereka mencoba berpegangan pada salah satu ibu yang memiliki kemampuan berenang.

Mendengar kabar ada warga yang tenggelam, sontak seluruh warga berduyun-duyun mendatangi sungai Penukal untuk melakukan pencarian.

Puluhan orang dikerahkan untuk menyelami sungai sedalam lima meter itu. Namun sampai tengah hari, pencarian tidak belum membuahkan hasil. Bahkan Penjabat Bupati Ir H Heri Amalindo menyempatkan ikut memberikan dukungan semangat kepada warga yang membantu. Kebetulan, sang Bupati sedang menghadiri kegiatan PKK di kecamatan Penukal Utara.

“Sungainya sangat dalam pak, 4-5 meter. Bahkan ado yang 7 meter. Trus, didasar sungai banyak terdapat kayu dan ranting. Jadi sangat sulit sekali” ujar Masa, salah satu warga yang turut membantu.

Karena keterbatasan alat, para warga meminta bantuan peralatan SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten PALI. Namun disayangkan, badan yang baru dibentuk beberapa bulan itu belum memiliki peralatan menyelam.

Pencarian pun dilanjutkan dengan cara tradisional. Pukul 17.00 Wib, korban pun ditemukan sekitar 10 meter dari tempat kejadian.

Deti Permatasari, putri dari pasangan Kopli dan Rusilawati yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut merupakan siswa kelas 8 SMP PGRI Tempirai. Gadis manis yang pandai bergaul ini tergolong anak berprestasi. Dikelasnya selalu menyabet juara. “Dia pernah Juara Umum di sekolah. Anaknya baik. Kami sangat kehilangan” kata salah satu guru SMP PGRI Tempirai. Selamat Jalan Deti.
Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster