Pemkab Berdayakan Sarjana Bina Desa

 748 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, akan memberdayakan lulusan perguruan tinggi di Muaraenim untuk membina dan membimbing masyarakat dalam kegiatan keagamaan, melalui program  Sarjana Bina Desa (SBD).

Pemkab, Selasa (18/3), menandatangani nota kesepakatan dan kesepahaman atau memorendum of understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muaraenim, untuk pelaksanaan program tersebut. Penandatangan  MoU ini dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Aman dengan Ketua STIT Muaraenim, Syarnubi Ahmad.

Dibincangi usai penandatangan MoU tersebut, wabup menyebut untuk tahap awal pemkab akan melibatkan 14 sarjana yang merupakan alumni STIT dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, saat ini masih banyak desa atau masyarakat di Muaraenim yang membutuhkan bimbingan dan arahan, serta pembinaan khususnya dibidang agama. Karenanya melalui program SBD itu diharapkan bisa bermanfaat untuk membangun dan meningkatkan akhlaq dan keimanan masyarakat di Muaraenim.

“Kita berharap kepada mereka (sarjana) dari STIT yang dipercaya, untuk membina desa dapat mengajak dan membina masyarakat, khususnya dalam pembinaan mental dan akhlaq,” ujarnya.

Apalagi menurutnya dalam kerjasama tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dalam hal ini camat dan kepala desa. Untuk itu, ia meminta kepada camat dan kades untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan para tenaga sarjana bina desa, yang ditempatkan di wilayah masing-masing. “Harus bekerjasama dan saling berkoordinasi, karena ini adalah tugas dan kewajiban kita bersama dalam membina masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua STIT Muaraenim, Syarnubi Ahmad mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kerjasama tersebut. Program itu menurutnya, selain bisa meningkatkan meningkatkan akhlaq dan keimanan masyarakat juga membuka lapangan pekerjaan bagi alumni STIT Muaraenim.

Saat ini kata Syarnubi memang jumlah alumni STIT yang dilibatkan, masih terbatas. Namun ia yakin kedepannya, akan lebih banyak alumni yang dilibatkan dalam program tersebut.  “Yang pasti dengan adanya program ini, alumni STIT Muaraenim memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang mereka dapatkan selama studi,” ucapnya.

Sarjana yang diikutkan dalam program tersebut sambungnya, sudah melalui beberapa tahapan dan seleksi yang sangat ketat. Pihaknya yakin mereka akan dapat mengemban amanah yang diberikan. “Bukan asal tunjuk, tapi sudah melalui seleksi yang sangat ketat, karena kita juga tidak ingin mengirim alumni yang sembarangan,” imbuhnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Muaraenim, Rusdi Khairullah menambahkan, kepada para sarjana bina desa tersebut diberikan insentif perbulan sebesar Rp 1 juta, transport perbulan sebesar Rp 250 ribu serta biaya tempat tinggal atau leaving cost Rp 2 juta per bulan. “Semuanya dibebankan kepada APBD Kabupaten Muaraenim melalui Bagian Kesra Setda Muaraenim,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR           : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster