Masyarakat Dihimbau Waspadai ISPA

 161 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kabut asap yang menyelimuti dua provinsi tetangga yakni Riau dan Jambi, kini mulai merambah Sumsel. Sejumlah kabupaten dan kota  di Bumi Sriwijaya ini, mulai diselimuti kabut asap.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menyarankan masyarakat, sebaiknya menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diminta juga, mewaspadai Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), salah satu penyakit berpotensi terjadi akibat kabut asap.

“Minimnya intensitas curah hujan di kabupaten dan kota, mengakibatkan adanya kabut asap kiriman dari Riau, dalam beberapa hari terakhir. Karenanya masyarakat kita minta untuk waspada dan mengantisipasi ISPA, jika keluar rumah sebaiknya pakai masker,” kata Kepala Dinkes Sumsel, Fenty  Aprina yang dibincangi di sela-sela rapat paripurna DPRD Sumsel, Selasa (18/3).

Fenty menjelaskan, setiap tahun ketika memasuki musim kemarau banyak yang dilakukan oleh pihaknya yaitu aspek kesehatan dan penyuluhan, terutama penggunaan masker bagi masyarakat.

Himbauan itu sebutnya disampaikan melalui Dinkes di kabupaten dan kota. ISPA terang Fenty, dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. “Saat ini kita sudah menyiapkan masker dan obat-obatan, yang disuplai dari buffer stock,” terangnya.

Berapa banyak penderita ISPA yang terpantau saat ini ? Fenty mengaku, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk dari kabupaten dan kota terkait jumlah penderita ISPA. Biasanya kata Fenty, Dinkes kabupaten dan kota di Sumsel, setiap bulan akan memberikan laporan penderita ISPA di daerahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto menyebut, agar kabut asap di Sumsel tidak kian tebal masyarakat diminta sadar dengan sendirinya, untuk tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.

“Membuka kebun atau lahan, dengan cara membakar salah satu faktor penyebaran asap. Itu juga, dilarang oleh Undang-Undang (UU). Karenanya, kita akan tindak tegas pelaku pembakaran tersebut,” ujarnya.

BPBD sambungnya, sudah membentuk tim siaga bencana untuk mengantisipasi kabut asap jika semakin memburuk. “Puncak musim kemarau diprediksi hingga Juni, karenanya antisipasi sudah kita lakukan dengan membentuk tim siaga bencana. Posko penanggulangan antisipasi asap di Sumatera, pusatnya memang di Riau namun kita siap membantu untuk penanggulangan kabut asap,” tukasnya.

TEKS             : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster