GN Pelopor Keselamatan Berlalulintas OKI Mandul

 313 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas (GNPKB) yang dicanangkan Presiden SBY 26 Januari           2014 lalu di Bundaran HI Jakarta ternyata penerapannya di Kabupaten OKI belum membuahkan hasil. Banyak banyak sopir dan penumpang yang tidak memahami gerakan tersebut.

Itu tercermin di perkotaan Kayuagung yang menjadi ibukota kabupaten.  GNPKB yang khususnya diarahkan kepada pelajar justru diacuhkan para generasi muda tersebut. Para sopirpun tidak memahaminya demi meraup pundi-pundi rupiah yang lebih banyak.

Pantauan di jalan jalan protokol dalam perkotaan Kayuagung bahkan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang padat kendaraan, Selasa (18/3) siang, masih banyak pengemudi motor yang tidak mementingkan keselamatan mereka dan sopir angkutan umum tidak mempedulikan keselamatan penumpang.

Seperti yang terjadi pada angkutan umum jenis Suzuki Carry yang mengangkut penumpang yakni pelajar SMPN 3 Kayuagung rute Kayuagung-Jalintim-Pedamaran-Tanjung Lubuk. Angkutan taksi gelap karena berplat hitam itu over kapasitas.

Beberapa pelajar berusia belasan tahun yang tidak kebagian tempat duduk di dalam mobil, terpaksa membuka pintu belakang mobil dan berdiri di pijakan pintu tersebut. Demikian juga pelajar yang bersekolah mengendarai motor, mereka tidak memakai helm SNI.

Andi (35) warga Jua-jua Kayuagung kemarin mengatakan, pemandangan taksi over kapasitas dalam mengangkut pelajar sebagai penumpang bukanlah pemandangan baru di perkotaan kecil ini. Itu terjadi setiap hari saat jam pulang sekolah.

“Mereka tidak mikirkan keselamatan. Sopirnya enjoy bae asalkan penumpangnya mau tegak. Sedangkan penumpangnya mungkin merasa anak muda jadi sok gagah naik mobil tegak di pintu belakang,”kata pria asli Kayuagung ini.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIK didampingi Kasatlantas AKP Tamimi SH sebelumnya  mengatakan, berbagai permasalahan lalulintas memang sudah menjadi perhatian serius terutama meningkatnya pelanggaran lalulintas yang berakibat korban jiwa dan kerugian materil.

“Untuk mengurangi pelanggaran itu, kami sering melakukan sosialisasi tentang taat lalu lintas terutama ke sekolah. Apalagi saat ini pendidikan berlalulintas sudah masuk dalam kurikulum pendidikan, kita juga sudah memasang himbauan berupa spanduk yang dipasang di lokasi strategis, seperti persimpangan jalan,”terangnya.

Mengenai banyaknya siswa yang melanggar dengan naik di atas mobil dan bergelantungan,   hal ini dikarenakan pelajar belum paham dan mengerti bagaimana tata cara berlalulintas yang baik. Polres OKI sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan OKI berupa memasukkan pelajaran tertib lalulintas ke dalam kurikulum sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  :RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster