Ada Penggelapan Pajak di Tiga Samsat Tiga Kepala Samsat Dilengserkan

 241 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah terbongkarnya dugaan penggelapan pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Banyuasin, kini diduga praktik yang sama juga terjadi di dua Samsat lainnya yakni Samsat Palembang dan Lahat.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution. Ia menyebut, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, di tiga Samsat tersebut ada dugaan korupsi.

Penyidik dari Polda Sumsel sebutnya, kini tengah melakukan pemeriksaan hasil temuan BPK tersebut.  Hasilnya untuk sementara, ada sejumlah oknum petugas di tiga Samsat tersebut yang tidak melakukan prosedur pembayaran pajak bermotor tersebut, mulai dari masa kerja bank hingga nominal uang yang disetor tidak sesuai dengan pajak yang ditetapkan.

“Bisa saja oknum itu, menginapkan uang tersebut. Jadi tidak disetorkan,” kata Saud yang dibincangi di sela-sela launching elektronik Samsat (e-Samsat) di Hotel Novotel, Palembang, Selasa (18/3).

Saud meminta, agar aksi-aksi serupa jangan sampai kembali terjadi mengingat praktik korupsi kian merajalela di Indonesia. “Program e-Samsat ini, kita harapkan mampu meminimalisir praktik-praktik serupa,” jelasnya.

Diakui Saud, keberadaan e-Samsat ini merupakan tongkat sejarah dalam proses pembayaran pajak. Banyak keuntungan yang bisa dirasakan. Intensitas pertemuan antara pembayar pajak serta pegawai Samsat bisa dikurangi tanpa diganggu kehadiran calo. “Proses pembayaran juga 24 jam melalui ATM. Tidak ada antrian lagi. Selain itu, tingkat kebocoran serta penyimpangan uang setoran juga bisa ditekan,” jelas dia.

Kepala Samsat Dilengserkan

Sementara itu Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dibuat gerah dengan temuan BPK tersebut. Secara pribadi kata Alex, ia berterima kasih dengan temuan BPK atas adanya tiga Samsat yang bermasalah.

Ia pun langsung menginstruksikan agar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), sebagai atasan langsung dari tiga kepala Samsat tersebut, untuk mengambil tindakan tegas terhadan unit-unit yang bermasalah tersebut.  “Langkah awal tentu mengganti (Kepala Samsat) itu dengan orang yang tepat. Jangan sampai itu terjadi lagi, kedepannya,” sesal Alex.

Kepala Dispenda Sumsel, Eppy Mirza yang dibincangi di tempat yang sama mengakui adanya temuan BPK tersebut. Menurutnya, penyidik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumsel, kini tengah menyelidiki dugaan praktik penggelapan pajak kendaraan bermotor yang merugikan keuangan negara di tiga Samsat tersebut.

“Dari laporan yang kami terima, penggelapan tersebut terjadi lantaran jumlah uang yang disetor tidak  sesuai.  “Kita serahkan ke pihak kepolisian. Yang jelas, siapa yang berbuat, tentu harus bertanggung jawab. Tidak ada yang kita tutup-tutupi,” tegasnya seraya menyebut siap menjalankan permintaan gubernur, untuk mencopot Kepala Samsat Banyuasin, Lahat dan Palembang tersebut.

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster