TPP Pemprov Tunggu SPM

 249 total views,  2 views today

PALEMBANG – Para pegawai berbagai golongan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), akan segera mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Triwulan I (Januari-Maret) 2014, yang semula mengalami keterlambatan lantaran masih dilakukan tahapan pemberiannya.

Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing, pihaknya sudah mensosialisasikan pelaksanaan pembayaran TPP kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD). Bila itu selesai dilakukan, proses pencairan TPP akan dilakukan dalam waktu dekat.

“TPP akan dibayar bulan ini. Sebelum dibayar ada tahapan, sosialisasi terkait pelaksanaan TPP, rencananya itu dilakukan besok (hari ini). Bila sosialisasi cepat selesai, Senin depan sudah bisa cair,” kata Tobing saat dibincangi wartawan usai menghadiri peresmian kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel, Senin (17/3).

Selain harus menggelar tahapan sosialisasi, proses pencairan TPP juga bergantung pada SKPD yang mengajukan Surat Perintah Membayar atau SPM, agar dana dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan di SKPD tersebut.

Menurut Tobing, pemprov menyiapkan dana sekitar Rp 20 miliar untuk TPP Triwulan I 2014. TPP Pemprov Sumsel berbeda dengan daerah lain, di mana sekitar 7 000 an PNS menerima tanpa terkecuali.

Besaran TPP yang diterima bebernya, beragam. Golongan II sebesar RpRp2 juta, golongan III Rp2,5 juta, dan golongan IV Rp3,5 juta. Sementara untuk tingkat eselon atau pejabat struktural, yakni untuk eselon IV Rp4,5 juta, eselon III Rp6 juta, eselon II Rp10 juta dan Sekda Rp 15 juta.

Sementara itu, salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumsel, EH (41) mengaku mendapatkan rumor kalau akan ada pemotongan TPP tersebut. “Tapi sampai sekarang, saya belum tahu jumlah pastinya seberapa besaran potongan tersebut. Kabarnya ada yang bilang dipotong lebih dari Rp 1 juta, ada juga Rp 500 ribu lebih. Kalau sebesarnya itu, cukup memberatkan. Idealnya hanya dipotong Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu,” ujarnya.

Ia mengaku cukup keberatan, jika TPP dipotong. “Kalau ditotal sekarang sudah 3 bulan TPP belum dibayar, kita sangat mengharapkan hal tersebut, kalau dipotong tentu ini akan semakin membuat kesal pegawai ,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster