Kualitas Air Sungai Musi Menurun

 402 total views,  2 views today

Ilustrasi Tumpukan Sampah yang Berada dikawasan Sungai Musi | Bagus Park

Ilustrasi Tumpukan Sampah yang Berada dikawasan Sungai Musi | Bagus Park

PALEMBANG – Sungai Musi, yang selama ini menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat Kota Palembang, setiap tahun kualitas airnya terus menurun. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang menyebut, saat ini ada 11 titik di Sungai Musi yang mengalami penurunan baku mutu air nya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Pencemaran Lingkungan (P2L) BLH Palembang, Heni Kurniawati menyebut, 11 titik yang mengalami penurunan baku mutu air nya berada di kawasan Jembatan Ampera, Pulokerto, Gandus, Sei Selayur dan lainnya.

“Air Sungai Musi ini, kan dipergunakan untuk bahan baku untuk PDAM Tirta Musi. Karena itu, kita akan cek dan berikan pengawasan,” kata Heni yang dibincangi Senin (17/3) di ruang kerjanya.

Menurut Heni, apabila kualitas air Sungai Musi mengalami penurunan, maka PDAM harus bekerja dua kali. Karena untuk menghasilkan kualitas air yang normal,  harus dilakukan pengelolaan lagi. “Dengan adanya penurunan mutu air baku tersebut, bukan berarti air di Sungai Musi tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Heni menjelaskan, pantauan terhadap kualitas air baku di Sungai Musi dilakukan setiap tahun oleh BLH yakni setiap bulan Maret, Juni, September dan November. “Selain itu, kami juga memantau air di 9 anak sungai yang ada di Palembang, seperti Sungai Bendung, Sungai Lambidaro dan beberapa sungai lainnya. Untuk pantauan sungai tahap pertama, akan selesai 12 hari kedepan,” bebernya.

Untuk 2013 lalu terangnya, BLH telah melakukan pantauan di 14 titik di kawasan Sungai Musi serta di sembilan anak sungai. Menurutnya, berdasarkan hasil uji laboratorium, PH air dari sample air yang diambil BLH dari Sungai Musi, masih dikatakan normal yaitu berkisar 6-9.

Tetapi memang diakuinya, kualitas baku mutunya agak berkurang, karena adanya zat seperti BOD, COD, dan fosfat. “Tetapi hasil uji ini mengalami peningkatan setiap tahunnya, artinya kondisi air Sungai Musi tiap tahunnya mengalami perbaikan mutu,” klaimnya.

Heni menambahkan, berkurangnya baku mutu tersebut disebabkan limbah domestik seperti pembuangan limbah cair, dan deterjen. “Kami berharap kepada masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Kalangan industri juga kita himbau, untuk tidak membuang limbah cair langsung ke Sungai Musi. Limbah tersebut, harus dikelola lebih dahulu agar limbah yang dibuang ke Sungai Musi sudah baik,” tukasnya.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster