Kampanyekan Kanker Serviks Melalui PKK

 254 total views,  2 views today

Ketua Pokja IV PKK Kabupaten PALI, dr Hj Eni Zatila memberikan materi tentang kanker servicks

Ketua Pokja IV PKK Kabupaten PALI, dr Hj Eni Zatila memberikan materi tentang kanker servicks

PALI – Kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seperti tidak ada habisnya. Setelah menyambangi setiap desa untuk melakukan pembinaan kini organisasi ibu-ibu itu melakukan sosialisasi mengenai kanker serviks. Penyakit yang rentan menyerang para perempuan.

Mengambil tempat di Gedung Serba Guna Talang Ubi, kegiatan berbalut arisan ini merupakan agenda tetap yang dilakukan oleh organisasi pimpinan Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo, Senin (17/3).

Pada kesempatan tersebut, dr Hj Eni Zatila menguraikan panjang lebar mengenai kanker serviks.

Dalam penjelasannya kepada peserta, Eni Zatila mengatakan bahwa kanker serviks termasuk penyakit yang berbahaya karena merupakan pembunuh wanita nomor satu.

“Bayangkan saja, dalam setiap tahunnya terdapat 15.000 kasus kanker serviks. Bahkan dalam sehari terdapat 25 wanita meninggal diakibatkan penyakit ini,” ujar dr Eni dalam paparannya.

Eni menjelaskan, sebanyak 99,7 persen penyakit ini disebabkan oleh Humas Papiloma Virus (HPV). Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko menderita kanker serviks ini menjadi tinggi adalah perempuan yang telah berhubungan seksual di usia muda atau kurang dari 21 tahun. Atau melahirkan diusia belia, berganti-ganti pasangan, mempunyai banyak anak atau perempuan perokok. Parahnya, kanker ini bisa menyebar keseluruh organ tubuh.

Untuk mengetahui secara dini terhadap penyakit ini, menurut Eni harus dilakukan pemeriksaan leher rahim menggunakan alat yang dinamakan speculum yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau ahli kandungan.

“Pemeriksaan menjadi penting, karena kanker ini membutuhkan waktu antara 10-20 tahun menuju kanker dan selama masa itu hampir tidak ada gejala yang ditimbulkan,” jelas Eni.

Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo mengungkapkan kegiatan ini rutin digelar oleh organisasi pimpinannya. “Memang acara ini kita kemas dengan judul arisan. Ibu-ibu lebih senang dengan sebutan arisan. Tetapi didalamnya kita lebih menekankan pemberian pengetahuan terhadap ibu-ibu. keinginan kita, melalui PKK ini ibu-ibu di kabupaten PALI menjadi lebih cerdas lagi,” ujar istri Heri Amalindo itu.

Untuk materi sendiri dalam setiap pertemuan akan selalu berbeda-beda. Dan digilir sesuai pokja masing-masing. “Biar ibu-ibu tidak bosan dan lebih banyak ilmunya,” tukas alumni Fakultas Pertanian Unsri itu.

Meskipun ruangan yang digunakan panas akibat terik matahari, namun tidak menyurutkan para ibu-ibu mendengarkan penjelasan mantan direktur RSUD Talang Ubi yang sekarang menjabat kepala dinkes PALI itu. Tidak ada rasa bosa atau mengeluh yang tercetus dari ibu-ibu yang datang dari seluruh pelosok kabupaten PALI itu.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster