Desa Kemala Terendam Banjir

 449 total views,  4 views today

Sekitar 50 rumah warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Sekitar 50 rumah warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terendam air dengan ketinggian bervariasi.

BATURAJA – Sekitar 50 rumah warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terendam air dengan ketinggian bervariasi. Air yang menggenangi rumah warga ini, akibat jebolnya gorong-gorong di desa tersebut.

Informasi yang dihimpun, Senin (17/3), gorong-gorong yang jebol ini diduga disebabkan oleh pembangunan jalur kereta api (KA) beberapa waktu lalu. Kondisi ini, kian diperparah dengan drainase yang sebelumnya sudah ditimbun saat pembangunan jalur KA tersebut.

Kepala Desa Kemala, Sapriyanto yang dihubungi, kemarin membenarkan banjir yang menggenangi pemukiman warga di Desa Kemala. Menurutnya, ada sekitar 50 unit rumah di Kampung IV dan V yang terendam banjir.

“Banjir itu, akibat air tidak bisa mengalir di gorong-gorong yang ada di jalur KA. Sebab gorong-gorong tersebut, tertutup tanah. Bahkan drainase disana, sebelumnya sudah ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat pembangunan jalur KA,” jelas  Sapriyanto.

Akibatnya kata dia, air yang harusnya mengalir ke Sungai Ogan terhenti sehingga mengenangi pemukiman warga. “Ini baru pertama kali terjadi di desa kami,  banjir ini terjadi setelah adanya pembangunan jalur KA yang melintasi desa kami. Dulu sederas apapun hujan turun, desa kami tidak pernah kebanjiran. Sekarang tanpa perlu hujan, pemukiman warga sudah kebanjiran,” jelasnya.

Ketinggian air sendiri sebutnya, bervariasi. Ada yang mencapai satu meter, sedengkul orang dewasa namun ada juga yang rumahnya tergenang air hanya setinggi telapak kaki orang dewasa.  “Memang banjirnya hanya sesaat, ketinggiannya pun bervariasi. Namun itu, tetap saja merugikan masyarakat. Apalagi datangnya air secara tiba-tiba,” keluhnya.

Tak hanya pemukiman warga yang tergenang air menurut Sapriyanto, air juga mengenangi Jalan Lintas Baturaja-Palembang. Pantauan koran ini, di jalan lintas tersebut terlihat sejumlah lubang yang mengangga akibat kikisan air.

Sementara itu, Kepala Stasiun KA Baturajar, Abdullah saat dikonfirmasi melalui handphone nya mengaku belum kalau pemukiman warga di Desa Kemala kebanjiran karena air yang tidak mengalir, dikarenakan drainase yang ditimbun saat pembangunan jalur KA yang melintas di desa itu.   “Saya belum mengetahui kejadian ini, saaat ini saya masih berada di Tanjung Karang, Lampung karena ada rapat dinas,” tukasnya.

 

TEKS            : MUSLIM

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster