Debu Berterbangan Hingga Pemukiman

 429 total views,  2 views today

MUARAENIM – Masyarakat Lingkungan Atas Dapur dan Karang Tinah, Kelurahan Tanjung Enim, resah akibat adanya debu bertebaran di area pemukimannya. Hal ini sudah dirasakan warga, sejak satu minggu terakhir.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, debu-debu bercampur tanah tersebut berasal dari aktivitas pekerjaan tambang yang menggunakan alat berat di daerah bekas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Atas Dapur. Pengerukan dan pemerataan tanah bekas pemakaman tersebut, dilakukan sub kontraktor salah satu PT BA.

Akibat aktivitas pekerjaan tersebut, akhirnya menimbulkan kabut debu bercampur tanah yang berterbangan sehingga mengenai wilayah kedua pemukiman, yakni di Atas Dapur dan Karang Tinah.

Baron (33), salah satu warga Atas Dapur menuturkan, ia bersama warga yang lainnya sudah satu minggu ini sangat resah dengan dampak debu yang meyelimuti sekitar pemukimannya. Terlebih lagi pada siang hari, saat alat berat seperti PC tengah beroperasi.  Menurut dia, debu tersebut juga dihirup oleh balita yang ada di wilayah pemukiman warga yang akan direlokasi PT BA tersebut.

“Sudah satu minggu ini pak, kami warga Atas Dapur merasakan debu yang banyak berterbangan hingga masuk kedalam pemukiman warga. Kami sekarang hidupnya sudah tidak sehat lagi, karena menghirup kabut udara yang bercampur dengan debu akibat aktivitas alat berat ditambang. Kasihan anak-anak kecil yang ada di wilayah sini, mau tidak mau harus merasakan dampaknya,” ungkap Baron menuturkan kepada koran ini, Senin  (17/3).

Masih kata dia, sebenarnya warga yang terkena relokasi oleh PT BA sudah merasa tak nyaman lagi tinggal di rumah masing-masing. Mereka meminta untuk segera dipindahkan, dan diberikan fasilitas yang nyaman, sesuai dengan janji dari PT BA sebelumnya.

“Nak bagaimana lagi nasib kami ini pak, galian aktivitas perusahaan semakin hari semakin dekat dengan tempat tinggal kami ini. PT BA beberapa waktu lalu, sudah meminta kami pindah namun fasilitas rumah yang dijanjikan, belum juga dipenuhi sampai hari ini. Kalau bisa secepatnya dipindahke, kami mau semua dan tidak akan membangkang,” ujar Baron.

Senada diungkapkan warga lainnya, Yedi (30). Ia membenarkan jika warga Atas Dapur dan sekitarnya dibuat resah, dengan debu yang bertebaran di area pemukiman warga. “Resah sekali warga, dengan debu-debu yang beterbangan di rumah-rumah mereka. Terlebih menjelang siang pak, debunya banyak sekali dan ini tidak bagus lagi untuk kesehatan kita. Kami sudah tidak tahan lagi pak,” ungkap Yedi.

Sementara itu, dari pihak PT BA melalui ketua Tim Pemindahan Makam Atas Dapur, Yansir Nani yang dihubungi koran ini melalui handphonenya mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi supaya debu-debu akibat aktivitas ditambang tidak lagi bertebaran dipemukiman warga. “Memang benar informasi dari warga tersebut. Namun kita sudah coba meminalisir debu itu, dengan melakukan penyiraman secara berkala, setiap akan dilakukannya aktivitas alat berat yang akan beroperasi,” tukasnya.

 

TEKS             : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster