Pengawasan Kampanye

 280 total views,  2 views today

MINGGU (16/3) kemarin dimulai masa kampanye Pemilu legistaif sampai dengan 5 April 2014. Banyak hal perlu dicermati dalam rangka mengawasi pelaksanaan kampanye tersebut. Salah satunya yang sering menimbulkan protes banyak pihak adalah partai politik maupun calon legislatif (caleg) peserta Pemilu 2014 memobilisasi anak-anak dalam kampanye terbuka yang telah dimulai Minggu (16/3) kemarin.

Bila ditemukan kampanye yang memobilisasi anak-anak, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) akan memberikan rekomendasi kepada KPU agar memberikan sanksi administrasi hingga penghentikan kegiatan kampanye terbuka tersebut. Apalagi kita mengetahui berdasarkan peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 menyebutkan peserta pemilu maupun caleg dilarang memobilisasi anak-anak yang belum cukup umur untuk memilih mengenakan atribut partai. Anak-anak yang dimaksud belum berusia 17 tahun.

Namun ironisnya dalam UU Pemilu tersebut memang tidak ada sanksi yang mengatur larangan itu. Namun, secara teknis di lapangan, Panwaslu bisa memberikan rekomendasi penghentian kampanye jika ada terbukti terdapat mobilisasi anak-anak. Kita mengharapkan tidak hanya kampanye terbuka yang diberi sanksi jika ditemukan menggerakkan anak-anak. Kampanye terbatas pun, jika melanggar akan tetap diberi sanksi. Namun, sanksi tidak diberikan kepada caleg yang mengadakan pertemuan, mengundang warga, dan kegiatan berlangsung di rumah warga, karena itu merupakan hak setiap caleg untuk bersosialisasi.

Barangkali asih memberikan toleransi bila anak-anak yang bermain di sekitar lokasi kampanye atau anak-anak yang diajak orang tuanya dengan alasan di rumah tidak ada yang menjaga. Itu masih bias ditoleransi dengan catatan anak-anak itu tidak menggunakan atribut partai politik maupun caleg.

Agar situasi dan kondisi kampanye di Palembang dan Sumatera Selatan kondusif kita juga mengimbau kepada para caleg dan parpol, supaya sewaktu kampanye tidak melakukan pelanggaran dengan mengerahkan simpatisan anak-anak yang belum mempunyai hak pilih.

Mereka juga kita harapkan dapat menyampaikan kepada kadernya supaya ketika kampanye terbuka tidak melibatkan anak-anak. Sebab meski sudah dilakukan imbauan, tetapi dalam prakteknya hal itu bisa saja terjadi. Maka dari itu kita mengingatkan parpol atau caleg jika kampanye jangan membawa anaknya yang masih kecil, kecuali benar-benar mendesak,

Di samping itu mereka juga kita harapkan dapat memelihara ketertiban dan keamanan baik ketika berada di jalanan maupun ketika di lokasi kampanye. Begitu juga materi kampanye jangan memicu tindakan anarkis bagi massanya. Semoga semua pihak bias memelihara keamanan dan ketertiban. Sehingga tahapan demokrasi berjalan aman dan nyaman.

(Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster